• Selasa, 9 Agustus 2022

Pengamat Komunikasi Sarankan Bahar Tabayun ke Dudung, Solusi Akhiri Polemik Ujaran

- Kamis, 30 Desember 2021 | 18:00 WIB
Dr. Bayquni, M.Pd., M.Ikom,   Pengamat Komunikasi Universitas Dr. Moestopo (Beragama)
Dr. Bayquni, M.Pd., M.Ikom, Pengamat Komunikasi Universitas Dr. Moestopo (Beragama)

Habib Bahar bin Smith muncul sebagai fenomena cara berkomunikasi seorang ulama di dalam masyarakat Indonesia. Bahar semakin viral usai melontarkan ujaran berbau kebencian terhadap KSAD Jendral TNI Dudung Abdurachman.

Bermula dari ujaran Dudung dalam podcast Deddy Corbuzer yang mengatakan "Tuhan bukan orang Arab." Hal tersebut sontak membuat Bahar geram, dan melontarkan ujaran bernada kebencian saat ceramah di hadapan jamaahnya.

Melihat fenomena tersebut, pengamat komunikasi Bayquni mengatakan, polemik yang ramai ini seharusnya tidak perlu terjadi. Jikalau Habib Bahar bisa melakukan tabayun kepada Jendral Dudung.

"Sebagai seorang ulama, seharusnya Habib Bahar itu melakukan tabayun atau konfirmasi kepada Pak Dudung," saran Bayquni yang disampaikan ke Strategi.id pada Kamis (30/12/2021).

Menurut Bayquni, sebagai Ulama dan Pejabat publik kedua tokoh ini lebih harus berhati-hati dalam menyampaikan pesan di hadapan publik. Jangan sampai malah menimbulkan kebencian dan terkesan menghasut.

"Sebagai seorang Ulama, Habib Bahar harusnya menyampaikan pesan yang menyejukan dan menenangkan kepada jamaah. Bukan malah membuat situasi menjadi panas." harap Bayquni.

Sebagai seorang ulama yang memiliki pengaruh, Habib Bahar diharapkan bisa menjaga lisan. Jangan sampai, ujaran dalam ceramah mengancam persatuan dan kesatuan.

Menurut Bayquni, dalam komunikasi organisasi ada yang disebut opinion leader. "Nah, Habib Bahar sadar bahwa dia adalah opinion leader, sehingga langkah melakukan tabayun perlu dilakukan."

"Mulut-mu harimau-mu, itu kata pepatah. Akan lebih baik jika siapapun orang itu, bisa mengendalikan mulutnya, lidahnya dalam menyampaikan pesan." tutupnya.

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Pertumbuhan Negeri Khayal dan Ilusi Deflator

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Tambang Kehancuran

Jumat, 11 Februari 2022 | 07:00 WIB

BRI Kendari Kucurkan KUR Usaha Ikan Asap

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:15 WIB

Siapa Pasangan Ideal Anies?

Rabu, 9 Februari 2022 | 10:30 WIB

Dari Demokrasi Elite ke Demokrasi Akar Rumput

Senin, 7 Februari 2022 | 17:35 WIB

Berebut Anies Baswedan

Kamis, 3 Februari 2022 | 11:10 WIB

Terlempar Dari PBNU, Akankah Suara PKB Gembos?

Rabu, 2 Februari 2022 | 09:30 WIB

Anies Menguat, Semua Merapat

Senin, 31 Januari 2022 | 21:00 WIB

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Januari 2022 | 13:10 WIB

Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:05 WIB

Spiderman dan Lapang Merdeka Kota Sukabumi

Senin, 24 Januari 2022 | 13:45 WIB

Gravitasi Versus Gratifikasi

Senin, 24 Januari 2022 | 10:15 WIB

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit Dengan Capres

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:15 WIB

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Senin, 17 Januari 2022 | 10:15 WIB
X