• Selasa, 9 Agustus 2022

Anies Baswedan dan Anak Yatim Ibu Kota

- Jumat, 31 Desember 2021 | 14:05 WIB
Sumber Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
Sumber Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta

COVID-19 telah merenggut banyak nyawa. Diantaranya adalah para ayah dan ibu. Mereka meninggalkan anak-anak yang masih kecil. Juga para remaja yang sedang tumbuh. Anak-anak dan para remaja itu menjadi yatim, sementara orang tua yang menanggung nafkah mereka telah meninggal.

Belum tentu mereka punya saudara yang berekonomi cukup dan peduli kepada mereka. Bagaimana nasib mereka? Bagaimana pendidikan dan kemampuan mereka bertahan hidup?

Mereka anak negeri yang lahir secara sah di negeri ini. Negeri Indonesia dengan sumber daya alam berlimpah. Di Jakarta, ada 4.345 anak yatim dan remaja yang ditinggal mati orang tuanya karena covid. Di daerah lain? Kita belum dapat data pastinya. Mesti segera didata, dan segera pula dicarikan solusi.

Para orang tua yang meninggal karena covid tidak hanya di Jakarta. Di setiap daerah ada, dan mungkin jumlahnya bisa lebih besar karena penduduknya padat. Seperti Jateng, Jabar dan Jatim. Ada banyak anak dan remaja yatim yang perlu perhatian. Ini hanya soal mau atau tidak memperhatikan mereka. Kalau data gak punya, bagaimana memperhatikan?

Sesuai amanah UUD 1945 pasal 34 (1) fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Begitu juga dalam UU No 35 tahun 2014 sebagai revisi UU No 23 tahun 2002 pasal 6 ayat 1 menegaskan perlunya perlindungan oleh negara kepada anak-anak terlantar. 

Jadi, anak-anak dan remaja terlantar menjadi tanggung jawab negara, maka anak-anak dan remaja yatim itu harus diurus dan disantuni oleh negara.

Tugas konstitusi dan undang-undang inilah yang mendorong Anies Baswedan sebagai gubernur DKI melakukan upaya perlindungan kepada 4.345 anak yatim dengan memberinya bantuan atau santunan. Melalui Dinas Sosial DKI dan Bank DKI anak-anak dan remaja yatim korban covid ini diberikan santunan 300 ribu per bulan. 

Untuk sementara, dana bantuan dan perlindungan anak dan remaja yatim ini menggunakan dana anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Ini artinya, ada kesungguhan, keseriusan dan langkah cepat yang harus diambil Anies, mengingat keadaan anak dan remaja yatim yang mesti segera mendapatkan perhatian. Terutama untuk kebutuhan sekolah mereka yang sudah mulai off line, dan butuh alat-alat sekolah. Program ini akan terus berlanjut di tahun 2022 dengan menggunakan dana APBD.

Langkah ini bisa mendorong pemerintah-pemerintah daerah yang lain untuk mengikuti jejak Anies Baswedan.

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Pertumbuhan Negeri Khayal dan Ilusi Deflator

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Tambang Kehancuran

Jumat, 11 Februari 2022 | 07:00 WIB

BRI Kendari Kucurkan KUR Usaha Ikan Asap

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:15 WIB

Siapa Pasangan Ideal Anies?

Rabu, 9 Februari 2022 | 10:30 WIB

Dari Demokrasi Elite ke Demokrasi Akar Rumput

Senin, 7 Februari 2022 | 17:35 WIB

Berebut Anies Baswedan

Kamis, 3 Februari 2022 | 11:10 WIB

Terlempar Dari PBNU, Akankah Suara PKB Gembos?

Rabu, 2 Februari 2022 | 09:30 WIB

Anies Menguat, Semua Merapat

Senin, 31 Januari 2022 | 21:00 WIB

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Januari 2022 | 13:10 WIB

Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:05 WIB

Spiderman dan Lapang Merdeka Kota Sukabumi

Senin, 24 Januari 2022 | 13:45 WIB

Gravitasi Versus Gratifikasi

Senin, 24 Januari 2022 | 10:15 WIB

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit Dengan Capres

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:15 WIB

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Senin, 17 Januari 2022 | 10:15 WIB
X