• Selasa, 9 Agustus 2022

Krisis Iklim di 2021, Akankah Berlanjut di 2022?

- Kamis, 6 Januari 2022 | 09:00 WIB
350.org
350.org

 “Tahun 2021 adalah tahun bencana iklim bagi Indonesia,” ungkap Sisilia Nurmala Dewi, Indonesia Team Leader 350.org, “Ini adalah lampu merah bagi Indonesia, tahun 2022, pemerintah harus lebih serius dalam melakukan aksi iklim.”

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sepanjang tahun 2021 Indonesia mengalami sebanyak 2.841 kejadian bencana alam, yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi. BNPB juga mencatat kejadian bencana di 2021 naik dibandingkan tahun 2020. Kejadian bencana naik 19,4% , dari 355 menjadi 424 kejadian bencana. Jumlah pengungsi dan terdampak bencana pun naik 153%, dari 265.913 menjadi 672.736 orang.

Korban dari bencana iklim diperkirakan akan terus meningkat seiring kenaikan suhu bumi. Menurut Budi Haryanto, Epidemiologis Universitas Indonesia, pada 2030-2050, krisis iklim akan menyebabkan tambahan kematian per tahun sebanyak ¼ juta orang akibat malnutrisi (kekurangan nutrisi), malaria, stres akibat gelombang panas.

Sementara itu, aksi iklim Indonesia masuk dalam kategori “highly insufficient” atau sangat tidak memadai dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), penyebab krisis iklim. Salah satu bentuk tidak memadainya aksi iklim pemerintah itu adalah pendanaan bank-bank BUMN, seperti BNI, ke proyek energi kotor batu bara.

Padahal, menurutnya, dalam Sustainability Report tahun 2020, BNI sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. “Kenyataannya BNI masih mendanai batu bara,” ungkap Sisilia Nurmala Dewi, “Ini tentu mengecewakan kita semua. Tak heran kemudian komunitas anak-anak muda di kampus mulai melayangkan petisi ke Direktur BNI untuk mendesak bank itu menghentikan pendanaan ke batubara.” Petisi bertajuk, ‘Dirut BNI: Stop Danai Batu Bara, Alihkan Uang Kami dari Perusak Masa Depan!’, tersebut dapat dilihat di https://www.change.org/GaPakeNanti.

Menurut Sisilia Nurmala Dewi, Indonesia Team Leader 350.org, gerakan anak-anak muda mendesak BNI menghentikan pendanaan batu bara layak mendapatkan dukungan. “Kedepan trend pendanaan bank-bank di dunia sudah mulai mengarah ke energi terbarukan,” ungkapnya, “Jika BNI masih mempertahankan pendanaan ke energi batu bara, bank itu akan ditinggalkan bukan hanya oleh nasabahnya di Indonesia namun juga pasar internasional.”

Editor: Admin

Terkini

Pertumbuhan Negeri Khayal dan Ilusi Deflator

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Tambang Kehancuran

Jumat, 11 Februari 2022 | 07:00 WIB

BRI Kendari Kucurkan KUR Usaha Ikan Asap

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:15 WIB

Siapa Pasangan Ideal Anies?

Rabu, 9 Februari 2022 | 10:30 WIB

Dari Demokrasi Elite ke Demokrasi Akar Rumput

Senin, 7 Februari 2022 | 17:35 WIB

Berebut Anies Baswedan

Kamis, 3 Februari 2022 | 11:10 WIB

Terlempar Dari PBNU, Akankah Suara PKB Gembos?

Rabu, 2 Februari 2022 | 09:30 WIB

Anies Menguat, Semua Merapat

Senin, 31 Januari 2022 | 21:00 WIB

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Januari 2022 | 13:10 WIB

Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:05 WIB

Spiderman dan Lapang Merdeka Kota Sukabumi

Senin, 24 Januari 2022 | 13:45 WIB

Gravitasi Versus Gratifikasi

Senin, 24 Januari 2022 | 10:15 WIB

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit Dengan Capres

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:15 WIB

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Senin, 17 Januari 2022 | 10:15 WIB
X