• Selasa, 16 Agustus 2022

Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek Untuk Keadilan

- Minggu, 16 Januari 2022 | 19:50 WIB
Sejumlah penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat.(Antara/Arif Firmansyah)
Sejumlah penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat.(Antara/Arif Firmansyah)

Bila dibandingkan dengan dengan angkutan massal berbasis rel ke negeri tetangga, tarif KRL kita masih termurah Rp3.000. Di negara lain bila dirupiahkan; MTR Bangkok Metro Rp15.851, Singapore MRT Rp8.043, India Delhi/Mumbai/Chenai Metro Rp7.225, India Kolkota Metro Rp3.612, Taipei MRT Rp4.186, Hongkong MTR Rp5.638 dan negara lainnya berdasarkan konversi Bank Dunia tahun 2019. Dibandingkan dengan di dalam negeripun tarif KRL masih termurah, MRT Jakarta ( Lebak bulus – HI ) untuk 16 km Rp14.000 dan KRL (Jakarta – Bogor ) untuk 50 km Rp7.000 dan tarif Trans Jakarta Rp3.500, masih lebih murah KRL Rp3.000 untuk 25 km. 

Sebagai pelayanan baru commuter line (KRL) tanggal 25 September 2021 stasiun Manggarai Baru (elevated) telah resmi beroperasi. Stasiun-stasiun baru telah selesai dibangun dalam mendukung program DDT (rel dwi ganda), terdapat 18 stasiun baru dan upgraded : Manggarai Baru, Matraman, Jatinegara, Klender, Buaran, Klender Baru, Cakung, Kranji, Bekasi, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, Cikarang dan lintas barat: Palmerah, Kebayoran, Parungpanjang, Maja, Rangkasbitung. Saat ini semua stasiun baru dibangun 2-3 lantai dan lebih luas sesuai demand, yang sebelumnya hanya 1 lantai. Dalam hal ini konsekuensinya memerlukan biaya pelayanan tambahan extra yang semuanya menggunakan lift dan eskalator, sehingga biaya operasi stasiun-stasiun baru dan jumlah SDM bertambah pula. 

Bila menilik UMP tentunya untuk para buruh/pekerja di sektor perkeretaapian perlu keadilan.  Upah buruh KAI/KCI juga digaji berdasarkan standar UMP. Padahal UMP tiap tahun selalu naik, dan upah buruh pekerja KAI/KCI konsekuensinya menyesuaikan kenaikan UMP tersebut. Kalau bukan dari laba tiket darimana lagi upah buruh KAI/KCI bisa menyesuaikan sesuai UMP.

Sejak terakhir tarif KRL naik di tahun 2016 hingga 2022 saat ini ada 6 kali kenaikan UMP dan inflasi. Dalam hitungan saya, bila 6 kali ada kenaikan UMP sebesar 51,6 % dan inflasi selama 6 tahun sebesar  17,34 %. Bila mau mudah, secara umum memang penyesuaian tarif dapat disesuaikan 51,6 % karena dalam struktur UMP ada kenaikan biaya transportasi. Untuk inflasi sebesar 17,34 % lebih tepat digunakan untuk konversi biaya kenaikan perawatan sarana KRL. Operator kereta api dalam hal ini PT KAI/KCI sangat memerlukan peremajaan sarana KRL untuk pelayanan yang lebih baik. Apabila KAI/KCI membeli sarana KRL yang baru tentunya tarifnya tidak murah seperti sekarang ini. Kita sangat beruntung membeli sarana KRL bekas dari Jepang yang laik jalan sehingga tarif tidak mahal karena biaya penyusutan sangat minim. Seperti MRT Jakarta mengapa tarif nya sangat mahal dari KRL karena MRT semuanya barang baru. 

Adil atau tidak, memang kita sebaiknya memikirkan subsidi PSO tersebut harus didistribusikan lebih merata kepada daerah yang lebih membutuhkan karena Indonesia, bukan hanya di Jabodetabek saja. Jika memang masih diperlukan untuk subsidi transportasi bagi masyarakat yang lebih membutuhkan dapat diterbitkan Kartu Indonesia Transportasi, seperti halnya Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. 

Barangkali diperlukan regulasi yang melegitimasi bahwa peninjauan tarif kereta api dapat dievaluasi secara berkala entah 2 tahun atau 3 tahun, sehingga bila ada evaluasi tarif KA tidak terlalu meresahkan publik. Tarif jalan tol dapat naik setiap 2 tahun karena dilandasi oleh PP No 15 / 2005  Tentang  Jalan Tol. Tarif restribusi daerah dapat ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sekali sesuai UU 28/2009  tentang Pendapatan Daerah Dan Restribusi Daerah (PDRD). Kenaikan tarif PLN juga dapat terjadi setiap waktu ketika pemerintah mengurangi subsidi PLN. Saat ini PLN tengah mengkaji kenaikan tarif listrik di 13 golongan untuk tahun 2022.

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Pertumbuhan Negeri Khayal dan Ilusi Deflator

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Tambang Kehancuran

Jumat, 11 Februari 2022 | 07:00 WIB

BRI Kendari Kucurkan KUR Usaha Ikan Asap

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:15 WIB

Siapa Pasangan Ideal Anies?

Rabu, 9 Februari 2022 | 10:30 WIB

Dari Demokrasi Elite ke Demokrasi Akar Rumput

Senin, 7 Februari 2022 | 17:35 WIB

Berebut Anies Baswedan

Kamis, 3 Februari 2022 | 11:10 WIB

Terlempar Dari PBNU, Akankah Suara PKB Gembos?

Rabu, 2 Februari 2022 | 09:30 WIB

Anies Menguat, Semua Merapat

Senin, 31 Januari 2022 | 21:00 WIB

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Januari 2022 | 13:10 WIB

Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:05 WIB

Spiderman dan Lapang Merdeka Kota Sukabumi

Senin, 24 Januari 2022 | 13:45 WIB

Gravitasi Versus Gratifikasi

Senin, 24 Januari 2022 | 10:15 WIB

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit Dengan Capres

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:15 WIB
X