• Selasa, 5 Juli 2022

Masih Danai Batu Bara, Akankah BNI Ditinggal Nasabah Muda?

- Jumat, 21 Januari 2022 | 07:30 WIB
Bersihkan bankmu
Bersihkan bankmu

Tahun 2022 dibuka dengan banjir bandang di Jember, Jawa Timur, dengan korban terdampak banjir menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember sebanyak 440 KK atau 1.668 jiwa. Menurut Sisilia Nurmala Dewi, Indonesia Team Leader 350.org, kedapan akan semakin banyak bencana seperti ini bila krisis iklim tidak dihentikan.

Salah satu cara menghentikan krisis iklim itu, bisa dilakukan dengan cara mendesak bank-bank tempat kita menyimpan uang untuk berhenti mendanai batu bara, salah satu penyebab krisis iklim. Bank, tempat kita menyimpan uang harus bersih, tidak mendanai batu bara. Ironisnya, hingga kini bank-bank pemerintah, seperti BNI justru masih mendanai energi kotor batu bara.

Pada bulan Juli 2020, BNI ikut terlibat dalam pembiayaan PLTU Jawa 9 dan 10. Padahal berdasarkan pemodelan dampak kesehatan, PLTU tersebut akan menyebabkan lebih kematian dini. Pada April 2021, BNI juga terlibat dalam kredit sindikasi sebesar AS $ 400 juta untuk Adaro. Adaro memiliki cadangan batu bara sebesar 1,1 milyar ton dan berencana akan menggali seluruh cadangan batu bara tersebut selama 20 tahun kedepan. Apabila seluruh cadangan batu bara Adaro ini digunakan maka berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK), penyebab krisis iklim, setara dengan emisi tahunan negara India.

Pilihan BNI untuk mendanai batu bara ini, bertentangan dengan klaimnya dalam laporan keberlanjutan tahun 2020. BNI, dalam laporan itu, mengklaim berkomitmen mengurangi emisi GRK penyebab krisis iklim. Realitanya justru BNI mendanai proyek penghasil emisi GRK.

Tanggal 20 Januari 2022, beberapa organisasi masyarakat sipil yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup meluncurkan platform #BersihkanBankmu. Platform itu mengajak publik memberikan suaranya kepada industri perbankan agar segera menghentikan pendanaan ke proyek energi kotor batu bara.

Sebelumnya, komunitas mahasiswa yang menjadi target pasar BNI sudah mendesak bank tersebut untuk menghentikan pendanaan ke proyek batu bara. Anak-anak muda di kampus yang tergabung dalam komuninitas fossil free Indonesia, telah melayangkan petisi di change.org bertajuk, ‘Dirut BNI: Stop Danai Batu Bara, Alihkan Uang Kami dari Perusak Masa Depan!’.https://www.change.org/GaPakeNanti.

Kini, keputusan ada pada petinggi BNI. “Apakah BNI akan memilih berhenti danai batu bara atau ditinggal nasabah mudanya?”

Kita berharap BNI tidak salah pilih.

Editor: Admin

Terkini

Tambang Kehancuran

Jumat, 11 Februari 2022 | 07:00 WIB

BRI Kendari Kucurkan KUR Usaha Ikan Asap

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:15 WIB

Siapa Pasangan Ideal Anies?

Rabu, 9 Februari 2022 | 10:30 WIB

Dari Demokrasi Elite ke Demokrasi Akar Rumput

Senin, 7 Februari 2022 | 17:35 WIB

Berebut Anies Baswedan

Kamis, 3 Februari 2022 | 11:10 WIB

Terlempar Dari PBNU, Akankah Suara PKB Gembos?

Rabu, 2 Februari 2022 | 09:30 WIB

Anies Menguat, Semua Merapat

Senin, 31 Januari 2022 | 21:00 WIB

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Januari 2022 | 13:10 WIB

Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:05 WIB

Spiderman dan Lapang Merdeka Kota Sukabumi

Senin, 24 Januari 2022 | 13:45 WIB

Gravitasi Versus Gratifikasi

Senin, 24 Januari 2022 | 10:15 WIB

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit Dengan Capres

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:15 WIB

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Senin, 17 Januari 2022 | 10:15 WIB

Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek Untuk Keadilan

Minggu, 16 Januari 2022 | 19:50 WIB

Terima Kasih Presiden Jokowi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:00 WIB

Merawat dan Meruwat Alun-Alun Kota Sukabumi

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:20 WIB

Sasaran PSI Bukan Anies, Tapi Konstituen PDIP

Senin, 10 Januari 2022 | 11:30 WIB

Anies Paling Berpeluang Jadi Presiden 2024-2029

Sabtu, 8 Januari 2022 | 10:00 WIB
X