• Minggu, 2 Oktober 2022

Terlempar Dari PBNU, Akankah Suara PKB Gembos?

- Rabu, 2 Februari 2022 | 09:30 WIB
DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar menargetkan perolehan kursi DPRD di Pemilu Legislatif 2024 mendatang naik.
DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar menargetkan perolehan kursi DPRD di Pemilu Legislatif 2024 mendatang naik.

Muktamar NU telah usai. Gus Yahya Staquf terpilih jadi Ketum PBNU. Kiai Said Agil Siraj dan Kiai As'ad tersingkir.

Dimana posisi Muhaimin Iskandar? Cak Imin, panggilan akrab ketum PKB ini berada di kubu Kiai Said Agil Siraj. Karena kalah, orang-orang Cak Imin kabarnya tak diberi tempat di Kepengurusan PBNU.

Bulan lalu, PKB kena semprot dari PBNU. Safari politik Cak Imin di PCNU Sidoarjo dan Banyuwangi membuat PBNU berang. Akibat safari politik Cak Imin, ketum PBNU Gus Yahya Staquf panggil kedua ketua PCNU tersebut. Keduanya diminta klarifikasi karena telah menerima Cak Imin. 

Ini teguran keras. Warning! Seolah memberi pesan: Jangan ada lagi PCNU yang terima Cak Imin. 

Gus Yahya Staquf menegaskan PBNU akan menjaga jarak dengan kepentingan politik praktis. PBNU, tegas Gus Yahya, tidak boleh menjadi alat politik manapun, termasuk PKB.

Ketegasan Gus Yahya seolah menjadi antitasa dari kepengurusan PBNU sebelumnya yang oleh publik dianggap terlalu jauh terlibat dalam politik praktis. Bahkan secara tersirat bisa dimaknai bahwa "seolah-olah" PBNU yang lalu terkesan menjadi alat politik PKB. 

Publik bertanya-tanya: apakah ini tanda bahwa NU ingin benar-benar kembali ke khittah dengan menjauhkan diri dari praktek-praktek politik praktis? Atau ini hanya terkait dengan Cak Imin? 

Apakah PBNU bersikap tegas ke politik praktis, atau semata-mata keras terhadap PKB-nya Cak Imin? Apakah ini upaya untuk pressure kepada Cak Imin dengan satu pesan: bahwa orang NU tak ingin lagi PKB dipimpin oleh Cak Imin? 

Mengingat keterlibatan PKB dalam setiap muktamar PBNU, maka pertanyaan-pertanyaan di atas menjadi sangat relevan. Dan pertanyaan-pertanyaan ini suatu waktu akan terjawab. Boleh jadi jawaban muncul setelah ada suksesi kepemimpinan di PKB. Juga akan terlihat dalam sikap PBNU di Pilpres dan Pileg 2024. 

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Lukas Enembe Mangkir, Meski Diperiksa Di Papua

Rabu, 21 September 2022 | 07:00 WIB

Kenaikan Harga BBM, Kebijakan Blunder Nan Fatal

Minggu, 18 September 2022 | 22:00 WIB

Pilpres 2024, Presiden Harus Netral

Minggu, 18 September 2022 | 10:45 WIB

Bjorka Menjelang RUU PDP Disahkan

Sabtu, 17 September 2022 | 11:30 WIB

Pembebasan Bersyarat Melanggar Hukuman Bersyarat?

Jumat, 16 September 2022 | 08:50 WIB

Jokowi Semakin Lemah

Kamis, 15 September 2022 | 12:00 WIB

Gaji Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR

Kamis, 15 September 2022 | 06:00 WIB

Tidak Hafal Pancasila, Ketua DPRD Lumajang Mundur

Rabu, 14 September 2022 | 06:00 WIB

Kebocoran Data, Apa Solusinya Pak Menteri?

Selasa, 13 September 2022 | 06:00 WIB

Kandidat 2024, Sekadar Etalase Figur

Senin, 12 September 2022 | 06:00 WIB

BBM Bersubsidi Naik, Apapun Alasannya, Rakyat Keberatan

Sabtu, 10 September 2022 | 10:00 WIB

Mbak Puan, Safari Politik atau Safari Kerakyatan, Nih?!

Sabtu, 10 September 2022 | 06:00 WIB

Tiga Langkah Jegal Anies

Jumat, 2 September 2022 | 15:30 WIB

Peluang Anies Jadi Capres

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:00 WIB
X