• Jumat, 1 Juli 2022

Tambang Kehancuran

- Jumat, 11 Februari 2022 | 07:00 WIB
Sumber Foto: Abdullah Naim/ JATAM Kaltim
Sumber Foto: Abdullah Naim/ JATAM Kaltim

Daerah daerah tambang di Indonesia selalu saja menyisakan konflik. Sebut saja misalnya yang baru baru ini sedang menghangat adalah konflik Tambang Semen di Kendeng, Tambang Quarry di Wadas dan Tambang Emas Di pulau kecil Sangihe. 

Konflik di daerah tambang selalu terjadi antara mereka yang setuju dan tidak setuju. Mereka yang setuju biasanya sudah diiming imingi oleh pengusaha tambang sejumlah penggantian uang. 

Sementara yang menolak biasanya karena mereka menyadari bahwa hidup mereka  di masa depan akan terancam. Mereka tahu bahwa tanah tempat mereka menggantungkan hidup mereka dengan cara bercocok tanam akan lenyap seketika dan alam yang menghidupi mereka akan segera hancur lebur. 

Ketika ada penolakan, biasanya perusahaan tambang tanpa sungkan sungkan melancarkan aktifitas adu domba. Mereka biasanya pertama tama lakukan provokasi kepada anggota keluarga. Datang bawa uang dan pecah belah keluarga keluarga yang ada.  

Antar keluarga bentrok kepentingan. Konflik konflik yang terjadi antar keluarga bukan hanya merenggangkan tali kekeluargaan, tapi bisa sampai berujung pada meregangnya nyawa. 

Setelah mereka berhasil merayu dan memanipulasi sebagian warga lalu mereka akan segera mencari izin. Biasanya disinilah mulai masalahnya menbesar.  

Pejabat pemerintah mengeluarkan izin.  Kelayakan Analisis Dampak Lingkungan ( Amdal)  maupun dampak sosialnya datang belakangan sebagai prasyarat formal semata. Aparat keamanan dikirim untuk memberikan pengamanan dengan dalih investasi adalah tujuan penting negara. 

Sebut misalnya Kasus tambang Pabrik Semen Kendeng di Pati, Jawa Tengah. Para petani petani Sedulur Sikep yang menolak tambang mereka menang di Pengadilan dan sudah dinyatakan final ( inkracht), namun pabrik semen tetap jalan dan tak pedulikan lagi putusan pengadilan.

Kemudian tambang emas di Sangihe. Pulau kecil yang menurut peraturan tidak boleh ditambang itu separuh lebih luasan pulau itu diberikan izin oleh pemerintah pusat untuk ditambang. 

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Tambang Kehancuran

Jumat, 11 Februari 2022 | 07:00 WIB

BRI Kendari Kucurkan KUR Usaha Ikan Asap

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:15 WIB

Siapa Pasangan Ideal Anies?

Rabu, 9 Februari 2022 | 10:30 WIB

Dari Demokrasi Elite ke Demokrasi Akar Rumput

Senin, 7 Februari 2022 | 17:35 WIB

Berebut Anies Baswedan

Kamis, 3 Februari 2022 | 11:10 WIB

Terlempar Dari PBNU, Akankah Suara PKB Gembos?

Rabu, 2 Februari 2022 | 09:30 WIB

Anies Menguat, Semua Merapat

Senin, 31 Januari 2022 | 21:00 WIB

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Januari 2022 | 13:10 WIB

Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:05 WIB

Spiderman dan Lapang Merdeka Kota Sukabumi

Senin, 24 Januari 2022 | 13:45 WIB

Gravitasi Versus Gratifikasi

Senin, 24 Januari 2022 | 10:15 WIB

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit Dengan Capres

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:15 WIB

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Senin, 17 Januari 2022 | 10:15 WIB

Penyesuaian Tarif KRL Jabodetabek Untuk Keadilan

Minggu, 16 Januari 2022 | 19:50 WIB

Terima Kasih Presiden Jokowi

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:00 WIB

Merawat dan Meruwat Alun-Alun Kota Sukabumi

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:20 WIB

Sasaran PSI Bukan Anies, Tapi Konstituen PDIP

Senin, 10 Januari 2022 | 11:30 WIB

Anies Paling Berpeluang Jadi Presiden 2024-2029

Sabtu, 8 Januari 2022 | 10:00 WIB
X