• Minggu, 2 Oktober 2022

Tambang Kehancuran

- Jumat, 11 Februari 2022 | 07:00 WIB
Kaltim miliki ribuan lubang bekas tambang dan kini sudah 40 nyawa melayang akibat lubang tersebut ( dok, Jawapos.com)
Kaltim miliki ribuan lubang bekas tambang dan kini sudah 40 nyawa melayang akibat lubang tersebut ( dok, Jawapos.com)

Oleh: Suroto
Ketua AKSES INDONESIA

Daerah daerah tambang di Indonesia selalu saja menyisakan konflik. Sebut saja misalnya yang baru baru ini sedang menghangat adalah konflik Tambang Semen di Kendeng, Tambang Quarry di Wadas dan Tambang Emas Di pulau kecil Sangihe. 

Konflik di daerah tambang selalu terjadi antara mereka yang setuju dan tidak setuju. Mereka yang setuju biasanya sudah diiming imingi oleh pengusaha tambang sejumlah penggantian uang. 

Sementara yang menolak biasanya karena mereka menyadari bahwa hidup mereka  di masa depan akan terancam. Mereka tahu bahwa tanah tempat mereka menggantungkan hidup mereka dengan cara bercocok tanam akan lenyap seketika dan alam yang menghidupi mereka akan segera hancur lebur. 

Ketika ada penolakan, biasanya perusahaan tambang tanpa sungkan sungkan melancarkan aktifitas adu domba. Mereka biasanya pertama tama lakukan provokasi kepada anggota keluarga. Datang bawa uang dan pecah belah keluarga keluarga yang ada.  

Antar keluarga bentrok kepentingan. Konflik konflik yang terjadi antar keluarga bukan hanya merenggangkan tali kekeluargaan, tapi bisa sampai berujung pada meregangnya nyawa. 

Setelah mereka berhasil merayu dan memanipulasi sebagian warga lalu mereka akan segera mencari izin. Biasanya disinilah mulai masalahnya menbesar.  

Pejabat pemerintah mengeluarkan izin.Kelayakan Analisis Dampak Lingkungan ( Amdal)  maupun dampak sosialnya datang belakangan sebagai prasyarat formal semata. Aparat keamanan dikirim untuk memberikan pengamanan dengan dalih investasi adalah tujuan penting negara. 

Sebut misalnya Kasus tambang Pabrik Semen Kendeng di Pati, Jawa Tengah. Para petani petani Sedulur Sikep yang menolak tambang mereka menang di Pengadilan dan sudah dinyatakan final ( inkracht), namun pabrik semen tetap jalan dan tak pedulikan lagi putusan pengadilan.

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Lukas Enembe Mangkir, Meski Diperiksa Di Papua

Rabu, 21 September 2022 | 07:00 WIB

Kenaikan Harga BBM, Kebijakan Blunder Nan Fatal

Minggu, 18 September 2022 | 22:00 WIB

Pilpres 2024, Presiden Harus Netral

Minggu, 18 September 2022 | 10:45 WIB

Bjorka Menjelang RUU PDP Disahkan

Sabtu, 17 September 2022 | 11:30 WIB

Pembebasan Bersyarat Melanggar Hukuman Bersyarat?

Jumat, 16 September 2022 | 08:50 WIB

Jokowi Semakin Lemah

Kamis, 15 September 2022 | 12:00 WIB

Gaji Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR

Kamis, 15 September 2022 | 06:00 WIB

Tidak Hafal Pancasila, Ketua DPRD Lumajang Mundur

Rabu, 14 September 2022 | 06:00 WIB

Kebocoran Data, Apa Solusinya Pak Menteri?

Selasa, 13 September 2022 | 06:00 WIB

Kandidat 2024, Sekadar Etalase Figur

Senin, 12 September 2022 | 06:00 WIB

BBM Bersubsidi Naik, Apapun Alasannya, Rakyat Keberatan

Sabtu, 10 September 2022 | 10:00 WIB

Mbak Puan, Safari Politik atau Safari Kerakyatan, Nih?!

Sabtu, 10 September 2022 | 06:00 WIB

Tiga Langkah Jegal Anies

Jumat, 2 September 2022 | 15:30 WIB

Peluang Anies Jadi Capres

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:00 WIB
X