• Minggu, 2 Oktober 2022

Peluang Anies Jadi Capres

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:00 WIB
Anies Baswedan. (internet)
Anies Baswedan. (internet)

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Capres-cawapres itu urusan partai politik. Pasal 222 UU No 7 Tahun 2017 mengatur hanya partai poitik atau gabungan partai politik yang memiliki 25 persen suara sah atau 20 persen kursi di DPR yang bisa usung capres-cawapres.

De jure, hanya PDIP (128 kursi) yang bisa usung capres-cawapres. Partai lainnya? Harus gabungan. Koalisi dua sampai tiga partai, baru bisa mengusung pasangan capres-cawapres.

Setiap partai, atau koalisi partai bisa usung kader partai, boleh juga usung bukan kader. Setiap partai tidak selalu memiliki kader potensial. Bisa maju, tapi peluang kalahnya besar. Supaya peluang menangnya lebih besar, partai mesti usung capres-cawapres yang memiliki elektabilitas tinggi.

Ada tiga tokoh yang dalam berbagai survei memiliki elektabilitas tinggi. Yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Tiga tokoh ini yang selalu berada di tiga besar dengan urutan yang bergantian.

Magnet Prabowo sepertinya sudah redup, karena tiga kali kalah dalam pilpres. Usia juga sudah tidak muda lagi. 2024, usia Prabowo 75 tahun. Sementara Ganjar, nada-nadanya tidak diusung oleh PDIP, partai yang membesarkannya. Berat bagi Ganjar jika harus menggunakan tiket di luar PDIP. Sebab, pemilih Ganjar umumnya adalah pemilih PDIP. Boleh jadi, keluar dari PDIP, elektabilitas Ganjar langsung merosot.

Sementara Anies Baswedan bukan kader partai. Dengan modal elektabilitas yang cukup tinggi, juga simpul relawan yang besar, masif dan militan, peluang Anies untuk menang cukup besar. Tidak saja menang di pilpres, tapi punya efek elektoral bagi parpol-parpol pengusung di pileg. Nasdem misalnya, sejak dukung Anies, elektabilitas partai yang dipimpin Surya Paloh ini terus mengalami kenaikan suara.

Tidak hanya Nasdem, Demokrat dan PKS nampaknya juga punya kecenderungan untuk mengusung Anies di pilpres 2024. Ketiga partai ini intens menjalin komunikasi untuk menyamakan persepsi dan menyatukan koalisi.

Setidaknya ada tiga tantangan yang dihadapi oleh tiga partai ini. Pertama, siapa yang akan menjadi cawapres Anies. Kedua, dari mana logistiknya. Meskipun, jika tiga partai ini sudah deklarasi, logistik akan ngantri datang. Ketiga, tantangan dari eksternal.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Lukas Enembe Mangkir, Meski Diperiksa Di Papua

Rabu, 21 September 2022 | 07:00 WIB

Kenaikan Harga BBM, Kebijakan Blunder Nan Fatal

Minggu, 18 September 2022 | 22:00 WIB

Pilpres 2024, Presiden Harus Netral

Minggu, 18 September 2022 | 10:45 WIB

Bjorka Menjelang RUU PDP Disahkan

Sabtu, 17 September 2022 | 11:30 WIB

Pembebasan Bersyarat Melanggar Hukuman Bersyarat?

Jumat, 16 September 2022 | 08:50 WIB

Jokowi Semakin Lemah

Kamis, 15 September 2022 | 12:00 WIB

Gaji Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR

Kamis, 15 September 2022 | 06:00 WIB

Tidak Hafal Pancasila, Ketua DPRD Lumajang Mundur

Rabu, 14 September 2022 | 06:00 WIB

Kebocoran Data, Apa Solusinya Pak Menteri?

Selasa, 13 September 2022 | 06:00 WIB

Kandidat 2024, Sekadar Etalase Figur

Senin, 12 September 2022 | 06:00 WIB

BBM Bersubsidi Naik, Apapun Alasannya, Rakyat Keberatan

Sabtu, 10 September 2022 | 10:00 WIB

Mbak Puan, Safari Politik atau Safari Kerakyatan, Nih?!

Sabtu, 10 September 2022 | 06:00 WIB

Tiga Langkah Jegal Anies

Jumat, 2 September 2022 | 15:30 WIB

Peluang Anies Jadi Capres

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:00 WIB
X