• Minggu, 25 September 2022

Tiga Langkah Jegal Anies

- Jumat, 2 September 2022 | 15:30 WIB
Anies Baswedan - Foto Istimewa
Anies Baswedan - Foto Istimewa

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Anies gak boleh nyapres. Ini harga mati. Ada pihak yang merasa tidak aman kalau Anies nyapres. Apa yang tidak aman? Bisnisnya tidak aman, kepentingan politiknya tidak aman, bahkan diri mereka juga bisa tidak aman. Anies satu-satunya kandidat yang oleh mereka dianggap tidak bisa mereka kendalikan. Karena itu, Anies harus dihentikan. Sekali lagi, harus dihentikan.

Ada upaya sangat serius untuk jegal Anies, kata Andi Arief. Politisi Demokrat yang terkenal tegas ini blak-blakan soal penjegalan terhadap Anies. Publik pun sebenanrnya sudah sangat paham.

Bagaimana cara menghentikan Anies? Ada tiga langkah. Langkah pertama, jadikan Anies tersangka. Pra pilgub DKI 2017 hingga hampir selesai masa kerja lima tahun sebagai gubernur, kasus demi kasus terus dicari. Kasus DP 0%, gak ketemu. Formula E? Commitment fee, ternyata bukan pelanggaran. Tanggal pembayaran? Di sini dicari celahnya. Meski sudah disetujui banggar, pembayaran Formula E mau diutak atik. Pembayaran sebelum Sidang Paripurna DPRD mau dipermasalahkan. Padahal, tak ada pelanggaran hukum. Itu hanya soal adninistrasi belaka. Apalagi, ini dilakukan untuk menghindari denda. Kalau kena denda, harus keluar uang lagi. Anies selamatkan event Formula E dari denda. Kok mau ditersangkakan? Ini bisa memicu gejolak sosial, kata salah seorang ketua umum partai dengan wajah marah.

Baca Juga: Peluang Anies Jadi Capres

Hal yang sama dikhawatirkan sejumlah orang. Kalau Anies "dipaksa jadi tersangka" apakah akan terjadi gejolak sosial, tanya sejumlah anggota Dewan dan aktifis ke saya. Boleh jadi apa yang diungkapkan Ketua Umum Partai itu benar-benar terjadi, jawabku. Jawaban yang aman.

Saat ini, Anies boleh dibilang satu-satunya ekspektasi bagi rakyat yang selama ini merasa tak terakomodir aspirasinya. Jika ekspektasi ini hilang, mereka bisa putus asa. Frustasi! Dan ini bisa menjadi sumber lahirnya gejolak sosial-politik itu. Sebab, tak ada lagi harapan. Ngeri!

Jangan "paksa" Anies jadi tersangka jika tidak benar-benar ada bukti layaknya tersangka yang lain. Yang ada bukti, jelas dan kasat mata saja, gak kunjung dijadikan tersangka. Anies yang menurut banyak ahli hukum tidak melanggar mau dijadikan tersangka. Hal ini bukan saja akan dicatat sebagai sejarah terburuk bagi demokrasi di Indonesia, tapi juga berpotensi menimbulkan gejolak sosial-politik. Ini juga akan membuat kualitas pemilu 2024 menjadi pemilu terburuk di era reformasi. Emang ada yang mikirin kualitas pemilu? Banyak yang masa bodoh!

Baca Juga: Anies Baswedan Ternyata Salah Satu Capres yang Diinginkan Relawan Jokowi

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Lukas Enembe Mangkir, Meski Diperiksa Di Papua

Rabu, 21 September 2022 | 07:00 WIB

Kenaikan Harga BBM, Kebijakan Blunder Nan Fatal

Minggu, 18 September 2022 | 22:00 WIB

Pilpres 2024, Presiden Harus Netral

Minggu, 18 September 2022 | 10:45 WIB

Bjorka Menjelang RUU PDP Disahkan

Sabtu, 17 September 2022 | 11:30 WIB

Pembebasan Bersyarat Melanggar Hukuman Bersyarat?

Jumat, 16 September 2022 | 08:50 WIB

Jokowi Semakin Lemah

Kamis, 15 September 2022 | 12:00 WIB

Gaji Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR

Kamis, 15 September 2022 | 06:00 WIB

Tidak Hafal Pancasila, Ketua DPRD Lumajang Mundur

Rabu, 14 September 2022 | 06:00 WIB

Kebocoran Data, Apa Solusinya Pak Menteri?

Selasa, 13 September 2022 | 06:00 WIB

Kandidat 2024, Sekadar Etalase Figur

Senin, 12 September 2022 | 06:00 WIB

BBM Bersubsidi Naik, Apapun Alasannya, Rakyat Keberatan

Sabtu, 10 September 2022 | 10:00 WIB

Mbak Puan, Safari Politik atau Safari Kerakyatan, Nih?!

Sabtu, 10 September 2022 | 06:00 WIB

Tiga Langkah Jegal Anies

Jumat, 2 September 2022 | 15:30 WIB

Peluang Anies Jadi Capres

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:00 WIB
X