• Minggu, 2 Oktober 2022

Pokoknya, Anies Harus Gagal Nyapres, Berapapun Biayanya

- Rabu, 7 September 2022 | 10:30 WIB
Ilustrasi: kan-watyutink.com
Ilustrasi: kan-watyutink.com

 

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ada yang tanya: kenapa Anies harus dijegal? Pertama, karena Anies potensial menang. Banyak pihak yang meyakini Anies tak terkalahkan jika nyapres di 2024. Kayakinan ini bukan hanya datang dari para pendukung Anies, tapi juga dari mereka yang gak suka dan tidak ingin Anies jadi presiden. Inilah alasan kenapa Anies harus dijegal. Kalau gak potensial menang, ngapain dijegal. Buat apa keluar begitu banyak biaya untuk jegal Anies. Biarain aja. Toh akan kalah.

Karena peluang menangnya besar, maka dijegal. Jegal sebelum menang. Semua biaya dan upaya hanya punya tujuan untuk ini.

Kedua, kalau Anies jadi presiden, mereka anggap ini bahaya. Bahaya bagi siapa? Ya bagi kepentingan mereka. Bahkan bahaya bagi nasib masa depan mereka. Jadi gubernur saja, reklamasi gak berlanjut. Alexis tutup. Bisnis-bisnis ilegal di Jakarta tiarap. Mafia properti tak bisa bergerak leluasa. Setoran yang selama ini diterima para politisi banyak yang stop. Saham bir dijual. Anies jadi gubernur DKI, banyak pendapatan dan bisnis ilegal tak berjalan seperti sebelumnya. Ini bahaya!

Baca Juga: Tiga Langkah Jegal Anies

All out mereka kerja keras gagalkan Anies nyapres. Berapapun biayanya dan apapun taruhannya, mereka akan lakukan. Saya dengar ini dari sejumlah politisi kawakan dan pebisnis kakap. Kakap itu artinya punya uang triliunan. Harga mati Anies harus gagal.

Anies harus gagal, itu sekenarionya. Ini tak bisa ditawar-tawar lagi. Dari mana melihatnya? Selain berbagai info yang otoritatif, kita bisa melihat gejalanya yang begitu banyak. Semua terkait dengan Anies, diblack campaign. Cari satu angle, habisi Anies di media. Kanopi tembok pembatas di Jakarta International Stadium (JIS) jatuh, jadikan angle dan diramaikan di medsos. Polanya selalu seperti itu.

Apalagi hari ini Anies dipanggil KPK, wah...cyber troops lawan akan menggoreng ini sampai betul-betul garing. Padahal, kasusnya gak ada. Itulah permainan cyber troops. Yang penting bukan substansinya, tapi sensasinya bung. Pembentukan opini jadi target.

Serangan kepada Anies dan upaya menjegal Anies tak pernah berhenti dan dilakukan dari semua lini. Sistemik, masif dan terstruktur. Sejumlah orang yang punya banyak pengalaman di cyber troops ambil bagian di sini. Diduga kuat melibatkan sejumlah institusi dan lembaga-lembaga profesional untuk mencegat Anies agar bagaimanapun caranya tidak bisa nyapres. Apa yang diungkapkan Andi Arief, politisi Demokrat bahwa Anies berupaya dijegal telah menegaskan kebenaran informasi yang beredar selama ini.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Lukas Enembe Mangkir, Meski Diperiksa Di Papua

Rabu, 21 September 2022 | 07:00 WIB

Kenaikan Harga BBM, Kebijakan Blunder Nan Fatal

Minggu, 18 September 2022 | 22:00 WIB

Pilpres 2024, Presiden Harus Netral

Minggu, 18 September 2022 | 10:45 WIB

Bjorka Menjelang RUU PDP Disahkan

Sabtu, 17 September 2022 | 11:30 WIB

Pembebasan Bersyarat Melanggar Hukuman Bersyarat?

Jumat, 16 September 2022 | 08:50 WIB

Jokowi Semakin Lemah

Kamis, 15 September 2022 | 12:00 WIB

Gaji Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR

Kamis, 15 September 2022 | 06:00 WIB

Tidak Hafal Pancasila, Ketua DPRD Lumajang Mundur

Rabu, 14 September 2022 | 06:00 WIB

Kebocoran Data, Apa Solusinya Pak Menteri?

Selasa, 13 September 2022 | 06:00 WIB

Kandidat 2024, Sekadar Etalase Figur

Senin, 12 September 2022 | 06:00 WIB

BBM Bersubsidi Naik, Apapun Alasannya, Rakyat Keberatan

Sabtu, 10 September 2022 | 10:00 WIB

Mbak Puan, Safari Politik atau Safari Kerakyatan, Nih?!

Sabtu, 10 September 2022 | 06:00 WIB

Tiga Langkah Jegal Anies

Jumat, 2 September 2022 | 15:30 WIB

Peluang Anies Jadi Capres

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:00 WIB
X