• Minggu, 25 September 2022

Pilpres 2024, Presiden Harus Netral

- Minggu, 18 September 2022 | 10:45 WIB
Ilustrasi: kan_watyutink.com/Net
Ilustrasi: kan_watyutink.com/Net

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Mau turun tahta dari istana, Habibie diam. Tidak ikut campur proses pemilihan presiden. Tidak melakukan lobi-lobi di MPR untuk mendukung siapapun. Pilihan punya, tetapi demokrasi tetap hal utama.

Tahun 1999, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih. Tak ada intervensi dan campur tangan Habibi. Pemilihan di MPR berjalan secara fair. Masyarakat secara umum menerima hasil pemilihan presiden.

Tahun 2004, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nyapres. SBY adalah Menkopolhukan presiden Megawati Soekarno Putri. Keduanya bersaing di pilpres 2004. Megawati kalah dan SBY jadi Presiden. Bagaimana sikap politik Megawati? Terima kekalahan dan akui SBY sebagai Presiden. Lalu, PDIP ambil peran sebagai oposisi. Hal biasa dalam demokrasi, pihak yang kalah jadi oposisi. Melakukan check and balances.

Baca Juga: Siapa yang Diharapkan Mampu Membawa Masa Depan Indonesia?

Tahun 2014, Jokowi terpilih jadi presiden. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), presiden saat itu tidak ikut intervensi. Jika punya dukungan, tidak mencolok. Gak katrok, kata orang Jawa. Sikap politiknya elegan. Tidak ikut pra-kondisi partai maupun relawan. Tidak intimidasi calon. Tidak melakukan intervensi terhadap aparatur negara untuk memenangkan calon tertentu. SBY memberi ruang yang cukup demokratis untuk kontestasi di Pilpres 2014. Pilpres enak dilihat dan bisa dinikmati.

Meski Jokowi diusung oleh PDIP yang notebene adalah oposisi saat itu, SBY tidak terlihat menghalang-halangi Jokowi di dalam proses pilpres. Begitu juga dengan Prabowo. Meski didampingi oleh Hatta Radjasa, besannya SBY, presiden ke-6 ini tak terlihat menunjukkan dukungannya. Keduanya dibiarkan untuk berkompetisi dengan fair. Sebagai kepala negara, SBY berupaya menjaga agar Pilpres 2014 berjalan secara demokratis, aman dan sukses.

Begitulah selayaknya seorang negarawan. Dengan semua kelebihan dan kekurangannya, SBY telah memposisikan dirinya sebagai Bapak Bangsa.

Apa yang dilakukan oleh Habibie, Megawati dan SBY, layak untuk diwarisi oleh para pemimpin Indonesia. Siapapun pemimpin itu, termasuk Jokowi dan presiden-presiden berikutnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Lukas Enembe Mangkir, Meski Diperiksa Di Papua

Rabu, 21 September 2022 | 07:00 WIB

Kenaikan Harga BBM, Kebijakan Blunder Nan Fatal

Minggu, 18 September 2022 | 22:00 WIB

Pilpres 2024, Presiden Harus Netral

Minggu, 18 September 2022 | 10:45 WIB

Bjorka Menjelang RUU PDP Disahkan

Sabtu, 17 September 2022 | 11:30 WIB

Pembebasan Bersyarat Melanggar Hukuman Bersyarat?

Jumat, 16 September 2022 | 08:50 WIB

Jokowi Semakin Lemah

Kamis, 15 September 2022 | 12:00 WIB

Gaji Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR

Kamis, 15 September 2022 | 06:00 WIB

Tidak Hafal Pancasila, Ketua DPRD Lumajang Mundur

Rabu, 14 September 2022 | 06:00 WIB

Kebocoran Data, Apa Solusinya Pak Menteri?

Selasa, 13 September 2022 | 06:00 WIB

Kandidat 2024, Sekadar Etalase Figur

Senin, 12 September 2022 | 06:00 WIB

BBM Bersubsidi Naik, Apapun Alasannya, Rakyat Keberatan

Sabtu, 10 September 2022 | 10:00 WIB

Mbak Puan, Safari Politik atau Safari Kerakyatan, Nih?!

Sabtu, 10 September 2022 | 06:00 WIB

Tiga Langkah Jegal Anies

Jumat, 2 September 2022 | 15:30 WIB

Peluang Anies Jadi Capres

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:00 WIB
X