• Minggu, 4 Desember 2022

PKS Istiqamah Dukung Anies

- Jumat, 11 November 2022 | 09:00 WIB
Foto Kolase Anies Baswedan dan PKS (Sahyudin/Palima)
Foto Kolase Anies Baswedan dan PKS (Sahyudin/Palima)

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Beredar isu PKS tidak dukung Anies. Namanya juga isu. Itu hal biasa. Apalagi kalau ada operasi untuk memisahkan PKS dari Anies, maka media dan medsos menjadi instrumen yang efektif untuk membangun opini.

Menurut sejumlah sumber dari kader PKS, ada operasi untuk membangun kesan bahwa PKS tidak mendukung Anies. Ada dua target. Pertama, supaya para pendukung PKS kecewa dan ini efektif untuk menahan laju elektabilitas PKS yang sedang naik. Kedua, untuk membenturkan PKS dengan Anies, agar optimisme para pendukung Anies menurun. Dua alasan ini, masuk akal juga.

Isu lainnya, PKS ditawari dua posisi menteri. Dan dua kementerian itu saat ini dijabat oleh kader Nasdem. Tidak saja tawaran menteri, kabarnya PKS pun ditawari logistik untuk kampanye di Pileg 2024. Namanya juga isu. Benar salahnya masih harus diklarifikasi. Yang pasti, isu ini mencoba menghadap-hadapkan PKS dengan Nasdem. Padahal, keduanya sedang membangun koalisi dan memperkuat hubungan politik menghadapi Pilpres 2024.

Lebih dari separoh konstituen PKS dukung Anies (Survei Litbang Kompas). Selama ini, PKS termasuk partai yang konsisten mengakomodir aspirasi pemilihnya. Karena iti, konstituen PKS sangat militan dan berhasil menjadi mesin politik yang terus bekerja sepanjang musim. Selain PDIP, hanya PKS yang konstituenya solid dan terlihat bekerja secara masif.

Hampir 10 tahun PKS mengambil jarak dengan pemerintahan Jokowi. Salah satu faktor utamanya karena konstituen PKS menginginkan partai dakwah ini ambil peran sebagai oposisi. Sampai di sini kita memahami cara PKS istiqamah (konsisten) menjaga konstituennya dengan secara sungguh-sungguh memenuhi aspirasi mereka.

Logika normal, hampir tidak memungkinkan PKS, di ujung masa puasanya, akan bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Ibarat orang puasa, 5 menit jelang berbuka, lalu batal. Ini pasti akan menjadi penyesalan seumur hidup. Jika nekat, sama juga PKS bunuh diri. Lihat rekam jejaknya, sepertinya PKS tidak akan melakukan tindakan sekonyol itu.

Mengapa PKS tidak jadi deklarasi tanggal 10 nopember? Ini pertanyaan yang ramai di pekan ini. Mungkin bahasa yang lebih tepat bukan tidak jadi. PKS belum secara resmi menyatakan akan deklarasi tanggal 10 Nopember. Soal waktu, masih menjadi perbincangan diantara tiga parpol yang berencana akan mengusung Anies-Baswedan">Anies Baswedan.

11 Nopember adalah hari milad atau ulang tahun Partai Nasdem. Partai Nasdem menggelar acara tanggal 9-11 Nopember. Tentu ini tidak saja bagi PKS, tapi juga bagi Demokrat, 10 Nopenber adalah waktu yang kurang tepat untuk deklarasi bersama. Kedua partai ini, yaitu PKS dan Nasdem akan merasa lebih nyaman deklarasi di luar hari yang bisa dikait-kaitkan dengan ulang tahun Nasdem. Adab Jawanya: gak mau gangguin hajat Nasdem.

Deklarasi "Koalisi Perubahan" hanya soal waktu. Yang pasti, tiga parpol yaitu Nasdem, PKS dan Demokrat memiliki satu kesepakatan bersama yaitu usung Anies sebagai capres 2024. Soal ini clear dan mereka kompak.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Jokowi Sedang Berupaya Menyiapkan Estafet Kekuasaan?

Selasa, 29 November 2022 | 09:00 WIB

Menegakkan Hukum atau Hasutan Represif?

Senin, 28 November 2022 | 22:45 WIB

Antara Halusinasi dan Realita, Relawan Jokowi

Minggu, 27 November 2022 | 08:30 WIB

Menunggu KIB Mengusung Anies Baswedan

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Jokowi Ingatkan Agar Pemilu Sejuk

Selasa, 22 November 2022 | 10:00 WIB

Membuka Kemungkinan PKB Dukung Anies Baswedan

Senin, 21 November 2022 | 17:15 WIB

Darah Anies Itu Darah NKRI

Minggu, 20 November 2022 | 08:00 WIB

Krisis Moneter Dan Krisis Ekonomi Semakin Dekat

Minggu, 20 November 2022 | 07:00 WIB

Dukung Anies Atau Jadi Oposisi

Sabtu, 19 November 2022 | 07:00 WIB
X