• Minggu, 4 Desember 2022

Krisis Moneter Dan Krisis Ekonomi Semakin Dekat

- Minggu, 20 November 2022 | 07:00 WIB
Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Oleh: Anthony Budiawan
Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)

Watyutink.com - Suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, the Fed, sudah naik dari 0 persen menjadi 4 persen, untuk mengendalikan inflasi yang sangat tinggi. Sayangnya, kenaikan suku bunga the Fed sejauh ini masih belum dapat mengatasi inflasi sesuai harapan.

Inflasi Oktober 2022 masih cukup tinggi yaitu 7,7 persen. Meskipun turun dibandingkan inflasi September 2022 yang sebesar 8,2 persen, inflasi Oktober ini masih terbilang cukup tinggi, jauh lebih tinggi dari target inflasi the Fed sebesar 2 persen. Selain itu, inflasi bulanan pada Oktober 2022 masih naik 0,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Maka itu, diperkirakan the Fed sepertinya masih akan menaikkan suku bunga pada rapat dewan gubernur (FOMC) bulan Desember yang akan datang, menjadi antara 4,50 persen hingga 4,75 persen.

Kenaikan suku bunga the Fed harus diikuti oleh kenaikan suku bunga bank sentral negara-negara lainnya. Kalau tidak, dolar akan hengkang, kurs terdepresiasi. Ini terjadi dengan rupiah. Bank Indonesia terlambat merespons kenaikan suku bunga the Fed sehingga kurs anjlok, dan cadangan devisa terkuras.

Suku bunga acuan Bank Indonesia hanya naik menjadi 5,25 persen. Kenaikan ini agak terlambat. Di samping juga tidak cukup tinggi sehingga selisih bunga acuan antara Bank Indonesia dengan the Fed terbilang sangat kecil, memicu dolar keluar dari Indonesia. Bank Indonesia sepertinya tidak mempunyai pilihan lain lagi, kecuali juga menaikkan suku bunga acuan pada bulan depan, menjadi antara 5,75 persen atau 6,00 persen.

Kenaikan suku bunga Bank Indonesia membuat suku bunga kredit juga ikut naik, kemungkinan akan menjadi lebih dari 10 persen. Semua ini akan menekan aktivitas ekonomi. Konsumsi dan investasi akan melemah.

Anjloknya kurs rupiah membuat harga barang-barang import menjadi lebih mahal, memicu inflasi, mengurangi daya beli dan konsumsi masyarakat, dan menekan aktivitas ekonomi.

Ini baru tahap awal, puteran pertama.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Terkini

Jokowi Sedang Berupaya Menyiapkan Estafet Kekuasaan?

Selasa, 29 November 2022 | 09:00 WIB

Menegakkan Hukum atau Hasutan Represif?

Senin, 28 November 2022 | 22:45 WIB

Antara Halusinasi dan Realita, Relawan Jokowi

Minggu, 27 November 2022 | 08:30 WIB

Menunggu KIB Mengusung Anies Baswedan

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Jokowi Ingatkan Agar Pemilu Sejuk

Selasa, 22 November 2022 | 10:00 WIB

Membuka Kemungkinan PKB Dukung Anies Baswedan

Senin, 21 November 2022 | 17:15 WIB

Darah Anies Itu Darah NKRI

Minggu, 20 November 2022 | 08:00 WIB

Krisis Moneter Dan Krisis Ekonomi Semakin Dekat

Minggu, 20 November 2022 | 07:00 WIB

Dukung Anies Atau Jadi Oposisi

Sabtu, 19 November 2022 | 07:00 WIB
X