• Minggu, 4 Desember 2022

Terbukti ada Kerugian Keuangan Negara Dalam Proyek Kereta Cepat

- Minggu, 20 November 2022 | 12:30 WIB
Sumber Foto: kcic.co.id
Sumber Foto: kcic.co.id

Oleh: Anthony Budiawan
Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)

Biaya proyek kereta cepat Jakarta Bandung membengkak. Awalnya sekitar 6 miliar dolar AS. Kemudian dilaporkan ada pembengkakan biaya sebesar 1,9 miliar dolar AS, atau sekitar Rp28,5 triliun, membuat biaya proyek kereta cepat menjadi 7,9 miliar dolar AS.

Kemudian, melalui audit BPKP, ditetapkan biaya proyek membengkak ‘hanya’ 1,176 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,8 triliun. Kemudian, pembengkakan biaya ini dikoreksi menjadi 1,4 miliar AS atau sekitar Rp21,6 triliun.

Masalahnya, nilai pembengkakan biaya kereta cepat ini sudah dalam tahap yang tidak normal. Sangat besar sekali. Mencapai lebih dari 20 persen dari nilai proyek.

Menurut pengakuan pemerintah, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, salah satu alasan terjadi pembengkakan biaya karena perhitungan dari pihak China meleset.

Pengakuan ini bisa menjadi bukti sudah terjadi kerugian keuangan negara.

Karena ada beberapa komponen biaya yang tidak dimasukkan di dalam perhitungan awal tender. Kalau komponen biaya tersebut masuk ke dalam perhitungan, maka biaya proyek akan lebih besar. Bukan lagi 6 miliar dolar AS, tetapi jauh lebih besar dari itu.

Dan bisa jauh lebih besar dari biaya proyek yang ditawarkan oleh Jepang yang sebesar 6,2 miliar dolar AS. Sehingga merugikan keuangan negara.

Karena itu, biaya yang awalnya seharusnya ada, tetapi ditiadakan untuk memenangi proyek, dan kemudian sekarang baru muncul lagi sebagai pembengkakan biaya, patut diduga sebagai manipulasi tender yang merugikan keuangan negara.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Jokowi Sedang Berupaya Menyiapkan Estafet Kekuasaan?

Selasa, 29 November 2022 | 09:00 WIB

Menegakkan Hukum atau Hasutan Represif?

Senin, 28 November 2022 | 22:45 WIB

Antara Halusinasi dan Realita, Relawan Jokowi

Minggu, 27 November 2022 | 08:30 WIB

Menunggu KIB Mengusung Anies Baswedan

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Jokowi Ingatkan Agar Pemilu Sejuk

Selasa, 22 November 2022 | 10:00 WIB

Membuka Kemungkinan PKB Dukung Anies Baswedan

Senin, 21 November 2022 | 17:15 WIB

Darah Anies Itu Darah NKRI

Minggu, 20 November 2022 | 08:00 WIB

Krisis Moneter Dan Krisis Ekonomi Semakin Dekat

Minggu, 20 November 2022 | 07:00 WIB

Dukung Anies Atau Jadi Oposisi

Sabtu, 19 November 2022 | 07:00 WIB
X