• Minggu, 29 Januari 2023

Jokowi Tiga Periode: Relawan Suruh Partai Politik Cuci Piring Kotor

- Minggu, 27 November 2022 | 13:00 WIB
Sumber Foto: radarkudus.jawapos.com
Sumber Foto: radarkudus.jawapos.com

Oleh: Anthony Budiawan
Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)

Relawan himpun massa di stadion GBK. Tujuannya tidak jelas, kecuali mendegradasi kehormatan presiden, seolah-olah menjadi pemimpin organisasi massa (ormas).

Relawan seolah-olah mau mengatakan bahwa survei Litbang Kompas, yang menyatakan hanya 15,1 persen rakyat yang masih mendengar perkataan atau arahan Jokowi, salah. Relawan sepertinya mau membuktikan ini lewat pengerahan massa. Tetapi, halusinasi tentu saja tidak bisa menghapus realita.

Pertemuan ini terlihat tidak ada makna sama sekali bagi rakyat. Tidak membicarakan hal substantif kepentingan bangsa dan negara, apalagi kepentingan rakyat. Maka itu, menghancurkan kehormatan Presiden. Malah terkesan relawan hanya cari muka saja, alias …. Maaf, saya belum menemukan kata yang tepat.

Relawan mengundang Jokowi pidato. Di tengah pidato ada yang teriak tiga periode. Cukup berani menyela pidato presiden, seperti diskusi di RT/RW saja. Apa karena memang sesuai skenario, harus ada yang teriak tiga periode?

Anehnya, Jokowi sepertinya menikmati. Tertawa mendengar teriakan tersebut. Mungkin merasa lucu, atau mungkin juga menikmati. Cuma Jokowi yang paham makna tertawanya. Seperti juga sebelum-sebelumnya, di mana Jokowi juga terlihat menikmati usulan perpanjangan masa jabatan presiden atau usulan Jokowi tiga periode.

Usulan seperti ini hanya mencoreng kehormatan presiden. Karena bertentangan dengan konstitusi, bertentangan dengan UUD. Relawan macam apa yang minta presiden melanggar konstitusi, kalau bukan mau menghancurkan kehormatan presiden?

Perpanjangan masa jabatan presiden atau tiga periode harus dilupakan. Jokowi selesai 2024, menjadi histori saja. Tidak perlu dibicarakan lagi.

Karena, perpanjangan masa jabatan presiden atau tiga periode hanya bisa dilakukan dengan cara ‘Kudeta Konstitusi’. Artinya, harus mengubah konstitusi untuk kepentingan penguasa sekarang.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Gelembung Utang dan Retorika Mampu Bayar: Menyesatkan?

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:00 WIB

Koalisi Istana Pasti Akan Pecah

Sabtu, 21 Januari 2023 | 16:30 WIB

Erros Djarot: Lawan Mafia Tanah.!

Sabtu, 21 Januari 2023 | 15:00 WIB

Prihatin, Kompetensi BI Seperti Amatir

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:00 WIB

Pesta di Atas Adu Domba

Sabtu, 21 Januari 2023 | 10:15 WIB

Pileg Tertutup, Akankah Pilpres Juga Tertutup?

Kamis, 5 Januari 2023 | 11:00 WIB

Buat Apa Prabowo dan Sandi Nyapres?

Kamis, 29 Desember 2022 | 18:30 WIB

Dugaan 'Abuse of Power' KPU Harus Dituntaskan

Selasa, 27 Desember 2022 | 10:15 WIB

Skenario Kudeta Konstitusi

Senin, 19 Desember 2022 | 17:30 WIB

Sandiaga Siap Nyapres, Gerindra: Prabowo Harga Mati

Selasa, 13 Desember 2022 | 12:10 WIB

Investor IKN, antara Nyata dan Ilusi?

Minggu, 11 Desember 2022 | 14:30 WIB
X