• Minggu, 29 Januari 2023

Relawan Jokowi Harusnya Sudah Bubar

- Rabu, 7 Desember 2022 | 10:45 WIB
Para relawan Jokowi Cirebon Raya saat melakukan deklarasi untuk ikut kata Jokowi di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (6/2/2022). (ANTARA/Khaerul Izan)
Para relawan Jokowi Cirebon Raya saat melakukan deklarasi untuk ikut kata Jokowi di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (6/2/2022). (ANTARA/Khaerul Izan)

Oleh: R. Kholis Majdi

Sejak Jokowi dilantik menjadi presiden, terutama periode kedua, saat itu pula relawan harus bubar. Tidak dibutuhkan lagi.

Pertama, ketika Jokowi dilantik, dia sudah menjadi milik rakyat. Jokowi adalah presiden seluruh rakyat Indonesia. Tidak lagi ada pendukung dan non pendukung. Ia diberi amanah untuk mengurus negara dan melayani seluruh rakyat, tanpa terkecuali.

Terkait siapa diantara pendukung yang kemuduan diberi jabatan tertentu sebagai kompensasi kerelawanannya, itu bagian dari kewajaran politik yang normal berlaku. Tapi, eks relawan ketika sudah masuk dalam kekuasaan, mereka harus bekerja untuk bangsa, bukan untuk Jokowi. Mereka digaji oleh rakyat, karena itu harus bekerja untuk rakyat. Bukan digaji oleh Jokowi dan bekerja hanya untuk kekuasaan Jokowi.

Kedua, Jokowi tidak butuh relawan lagi. Jokowi butuh dukungan seluruh rakyat Indonesia. Support rakyat mutlak dibutuhkan Jokowi dalam bekerja dan menjalankan program-programnya. Presiden yang bekerja untuk rakyat dan diapresiasi kinerjanya oleh rakyat, ia akan semakin wibawa dan ditaati oleh rakyat.

Masa kerja relawan itu jelang dan saat pilpres. Pilpres selesai, tugas selesai. Dan sudah harus bubar. Keberadaannya tidak dibutuhkan lagi. Apalagi 2024 Jokowi bukan capres. Ini harus dipahami dan dimengerti oleh para eks relawan.

Relawan yang tetap eksis di bawah kekuasaan, ini berbahaya. Bisa menjadi beban negara. Beban juga bagi Jokowi. Jokowi punya beban bagaimana harus membiayai relawan agar tetap eksis. Tidak ada kegiatan yang tidak pakai uang. Apalagi kalau harus ngumpulin jumlah massa yang besar di satu titik. Bisa habis 100 milyar. Dari mana uang itu? Patungan? Tidak mungkin. Dari Jokowi? Dari mana presiden bisa nyiapin uang sebesar itu?

Gegara relawan yang tidak mau bubar, provokasi untuk tiga periode terus digaungkan. Wacana ini telah merusak nama Jokowi itu sendiri. Jokowi jadi sasaran tuduhan. Publik akan mengira Jokowi ambisius, berupaya menabrak konstitusi, merasa kurang lama berkuasa.

Begitu juga provokasi untuk tunda pemilu. Ini juga merusak nama Jokowi dengan berbagai stigma negatif. Ini semua disebabkan oleh ulah para relawan yang tidak segera membubarkan diri. Mereka merasa nyaman berada di lingkaran kekuasaan. Sudah waktunya harus berhenti, tapi terus saja melakukan provokasi.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Gelembung Utang dan Retorika Mampu Bayar: Menyesatkan?

Minggu, 29 Januari 2023 | 13:00 WIB

Koalisi Istana Pasti Akan Pecah

Sabtu, 21 Januari 2023 | 16:30 WIB

Erros Djarot: Lawan Mafia Tanah.!

Sabtu, 21 Januari 2023 | 15:00 WIB

Prihatin, Kompetensi BI Seperti Amatir

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:00 WIB

Pesta di Atas Adu Domba

Sabtu, 21 Januari 2023 | 10:15 WIB

Pileg Tertutup, Akankah Pilpres Juga Tertutup?

Kamis, 5 Januari 2023 | 11:00 WIB

Buat Apa Prabowo dan Sandi Nyapres?

Kamis, 29 Desember 2022 | 18:30 WIB

Dugaan 'Abuse of Power' KPU Harus Dituntaskan

Selasa, 27 Desember 2022 | 10:15 WIB

Skenario Kudeta Konstitusi

Senin, 19 Desember 2022 | 17:30 WIB

Sandiaga Siap Nyapres, Gerindra: Prabowo Harga Mati

Selasa, 13 Desember 2022 | 12:10 WIB

Investor IKN, antara Nyata dan Ilusi?

Minggu, 11 Desember 2022 | 14:30 WIB
X