• Minggu, 2 Oktober 2022

Mahfud MD: Kasus Ferdy Sambo Tak Ganggu Persepsi Masyarakat Terhadap Polri.

- Minggu, 4 September 2022 | 17:05 WIB
Sumber: Screenshot YouTube Lembaga Survei Indonesia LSI_Lembaga
Sumber: Screenshot YouTube Lembaga Survei Indonesia LSI_Lembaga

Watyutink.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, menganggap munculnya kasus pembunuhan terhadap Brigadir Yosua atau Brigadir J yang didalangi Irjen Ferdy Sambo tidak serta merta memperburuk citra masyarakat terhadap kinerja Polri.

Terkait survei yang menunjukkan kepuasan terhadap kinerja lembaga hukum, termasuk Polri, Mahfud menyebutkan metodologi survei dengan mengambil responden dari seluruh Indonesia, menunjukkan jika hasil survei tersebut bukanlah hasil survei elit yang hanya mewakili sebagian kecil masyarakat,

"Kalau ada survei begini, biasanya timbul (anggapan) survei itu tidak objektif, selalu mencela. Padahal, survei itu bukan survei elite tapi seluruh masyarakat, bukan cuma Jakarta. ini potret kepercayaan masyarakat Indonesia," tegas Mahfud dalam diskusi daring yang diadakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) berjudul "Penilaian Publik atas Masalah-masalah Hukum Terkini dan Kinerja Lembaga Penegak Hukum", Minggu (4/9).

Baca Juga: Direktur LSI: Lembaga Penegak Hukum Mulai Perbaiki Citra

"Kalau bicara oposan seolah-olah survei itu disalahkan, survei itu pesanan, yang salah yang mengambil survei, kenapa masyarakat percaya polisi kasus Sambo itu terjadi sekali-kali hanya di Jakarta, tapi desa, kecamatan, layanan polisi baik-baik saja, cukup membantu masyarakat," jelas Mahfud.

Terkait sentimen negatif yang datang dari paska pelarangan Pengacara Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, dari rekonstruksi perkara pembunuhan, Mahfud menegaskan dalam rekonstruksi, posisi pengacara korban sama dengan masyarakat biasa .

"yang berhak dapat pengacara itu terpidana bukan korban, korban tidak maju pengadilan. kalau Yosua tidak harus, tapi dibolehkan sebagai pelapor. Ketika rekonstruksi tidak perlu diundang, meskipun tidak harus dilarang, sama dengan masyarakat biasa."

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Presiden Jokowi Teken Keppres Pemecatan Ferdy Sambo

Jumat, 30 September 2022 | 19:10 WIB

Ini Tekad Edi Prasetyo Pasca Anies Baswedan Lengser

Rabu, 14 September 2022 | 16:00 WIB

Breaking News! Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Jumat, 9 September 2022 | 06:20 WIB

Direktur LSI: Lembaga Penegak Hukum Mulai Perbaiki Citra

Minggu, 4 September 2022 | 16:45 WIB

Anies Baswedan Mulai Diterima Kalangan Nadhlatul Ulama

Kamis, 1 September 2022 | 11:00 WIB

PPP Terancam Tak Capai Ambang Batas Parlemen, Mengapa?

Kamis, 1 September 2022 | 09:48 WIB
X