• Selasa, 16 Agustus 2022

Bahas Energi, Capres Kehilangan Substansi

- Senin, 18 Februari 2019 | 17:30 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Debat kedua Capres mengenai energi kurang greget. Keduanya nyaris  berkutat pada pemanfaatan kelapa sawit sebagai energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan minyak impor. Hal ini juga tidak terlepas dari pertanyaan moderator yang hanya menanyakan masalah sawit sebagai energi alternatif.

Sawit merupakan komoditas strategis sebagai sumber devisa dan sumber energi  alternatif. Luasnya mencapai 14 juta ha, namun pengelolaanya masih menimbulkan masalah sosial dan lingkungan. Para capres ditanya bagaimana memperbaiki tata kelola sawit agar target B20 tercapai, buruh kebun dan petani mandiri sejahtera, dan keberlanjutan lingkungan terjaga.

Capres 02 Prabowo Subianto mengatakan Indonesia harus swasembada pangan,energi, dan air agar bangsa ini bisa bertahan hidup. Tiga hal ini menjadi tolok ukur PBB dalam menilai keberhasilan satu negara, yakni mampu memenuhi tiga kebutuhan tersebut untuk rakyatnya.  Prabowo menjanjikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau untuk rakyat Indonesia.

Sementara itu, Capres 01 Joko Widodo menargetkan pengurangan penggunaan energi fosil sebanyak-banyaknya. Pemerintah akan meningkatkan pemakaian biodiesel, biofuel. Penggunaan B20, yakni bahan bakar diesel dengan campuran 20 persen minyak nabati, sudah dimulai dan akan diteruskan hingga B100 sehingga ketergantungan terhadap energi fosil bisa diturunkan dari tahun ke tahun.

Sawit merupakan komoditas strategis sebagai sumber devisa dan sumber energi  alternatif. Luasnya mencapai 14 juta ha, namun pengelolaanya masih menimbulkan masalah sosial dan lingkungan. Para capres ditanya bagaimana memperbaiki tata kelola sawit agar target B20 tercapai, buruh kebun dan petani mandiri sejahtera, dan keberlanjutan lingkungan terjaga.

Bagi Prabowo, sawit merupakan komoditas penting  bagi Indonesia dan dapat menjadi energi alternatif. Brasil sudah sampai pada program B90, sementara Indonesia baru B20. Sawit bisa dimanfaatkan untuk menjadi biofuel dan biodiesel sekaligus meningkatkan pendapatan petani sawit yang saat ini sedang jatuh karena harga yang merosot.

Dia berjanji akan merevitalisasi program Perkebunan Inti Rakyat dengan mengubah porsi yang semula 80 persen untuk plasma, 20 persen untuk  inti, akan lebih ditingkatkan porsi plasma sehingga petani bisa memiilik hak-hak yang lebih banyak atas produksi mereka.

Jokowi menyebutkan produksi kelapa sawit Indonesia sudah mencapai 46 juta ton per tahun yang melibatkan 16 juta petani. Program B20 sudah dimulai dan berproduksi 98 persen dari target. Saat ini tengah menuju B100 sehingga diharapkan 30 persen dari total produksi kelapa sawit digunakan untuk biofuel, dengan perencanaan  yang sudah sangat rigit dan jelas sehingga tidak lagi tergantung kepada minyak impor.

Prabowo mengakui Jokowi sudah melakukan hal-hal positif di bidang pengembangan energi alternatif. Namun dia menegaskan tidak hanya sawit yang dibudidayakan, tetapi juga akan dikembangkan nira (aren), singkong (kasava), dan etanol dari gula agar Indonesia tidak lagi mengimpor bahan energi dari luar negeri.

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X