• Selasa, 16 Agustus 2022

Berharap Pada Program Ketenagakerjaan Capres-Cawapres

- Selasa, 12 Maret 2019 | 11:45 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Watyutink.com - Kejar-kejaran mendulang suara elektoral dalam Pilpres 2019, kedua kubu calon presiden – calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin maupun  calon presiden --  calon wakil presiden  nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno terus melontarkan sejumlah tawaran  program untuk menarik simpati pemilih.

Tawaran program disampaikan dalam debat capres-cawapres. Dari lima debat yang direncanakan, dua debat capres-cawapres sudah berlalu, menyisakan tiga debat lagi. Dalam waktu dekat, tepatnya 17 Maret 2019, debat ketiga akan digelar dengan menghadirkan  cawapres Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Mereka akan beradu program mengenai pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Salah satu yang menarik dibahas dan menjadi perhatian publik adalah masalah ketenagakerjaan.  Para  pemilih, terutama angkatan kerja, akan mengamati program-program yang ditawarkan menyangkut isu yang cukup seksi dan panas  ini, sebelum menjatuhkan pilihannya. Para pemilih sangat berharap ada solusi permanen dalam masalah ketenagakerjaan.

Masalah ketenagakerjaan Indonesia cukup pelik. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyebutkan setidaknya ada tiga masalah ketenagakerjaan. Pertama, kemampuan dan pendidikan angkatan kerja tidak cocok dengan kebutuhan industri. Kedua, memiliki kemampuan di bawah standard industri. Ketiga,  tingginya jumlah pekerja miskin—pendidikan SD dan SMP--  yang mencapai 60 persen dari 128 juta angkatan kerja yang tidak memiliki karir, masuk ke industri padat karya.

Tentu masih banyak lagi masalah ketenagakerjaan.  Labor Institute Indonesia atau dikenal juga dengan sebutan Institut Pengembangan Kebijakan Alternatif Perburuhan menyebutkan lima masalah ketenagakerjaan, yakni  pemutusan hubungan kerja akibat digitalisasi atau otomatisasi,  informalisasi tenaga kerja, perlindungan BPJS, tingginya angka kecelakaan dan keselamatan kerja, dan outsourcing.

Lalu apa yang ditawarkan para kandidat presiden dan wakil presiden untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan ini?  Resminya akan disampaikan dalam debat ketiga nanti. Namun jauh-jauh hari mereka sudah membocorkan program yang akan ditawarkan kepada rakyat.

Capres 01 Joko Widodo, misalnya, menjanjikan akan meluncurkan Kartu Pra kerja untuk mereka yang belum mendapatkan pekerjaan. Dia menjelaskan mengenai dana insentif untuk pemegang Kartu Pra Kerja. Insentif tersebut bukan berarti memberikan gaji kepada pengangguran.

Kartu Pra Kerja diberikan bagi anak-anak muda yang baru tamat dari sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, atau lulusan perguruan tinggi yang akan mencari kerja. Melalui kartu ini, para lulusan sekolah bisa mendapatkan program pelatihan keterampilan atau vocational training.

Dengan begitu, lulusan sekolah atau perguruan tinggi bisa memiliki keterampilan untuk memudahkan mendapatkan pekerjaan. Pemilik kartu tersebut mendapatkan dana insentif dalam waktu terbatas 6-12 bulan.

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X