• Selasa, 9 Agustus 2022

Rektor dan Investor Pendidikan Asing, Butuh Nggak Butuh..

- Kamis, 22 Agustus 2019 | 12:00 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Watyutink.com - Polemik investasi asing di bidang pendidikan mengemuka setelah pemerintah RI mewacanakan rekrutmen rektor asing dan rencana pendirian perguruan tinggi asing oleh investor perguruan tinggi di Indonesia.

Bagi pemerhati pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, sepertinya wacana tersebut tidaklah terlalu mengejutkan, sektor SDM di Indonesia diakui sebagai hal paling krusial yang menjadi perhatian utama saat ini. Jejak kualitas SDM Indonesia bisa dilihat pada peringkat Human Capital Index yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) tahun 2017, hal mana Indonesia berada pada peringkat 65. Tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Malaysia (33), Thailand (40), Filipina (50), dan Vietnam (64).

Hal lainnya, jika ditinjau dari aspek penting bagi peningkatan negara yang ingin beranjak dari negara berpendapatan menengah ke negara maju adalah kinerja mumpuni bidang riset dan inovasi. Dari beberapa indikator aspek riset dan kemampuan inovasi ternyata peringkat Global Innovation Index Indonesia masih berada pada peringkat 85.

Rendahnya mutu SDM di Indonesia juga bisa ditelisik dari mayoritas pekerja Indonesia yang didominasi oleh lulusan SMP ke bawah (67 persen), sisanya diisi oleh lulusan SMA dan perguruan tinggi. Ironisnya, mereka yang menganggur juga didominasi oleh lulusan SMP ke bawah. Sementara angka angkatan kerja yang berasal dari lulusan perguruan tinggi setiap tahun mencapai 700 ribuan orang.

Bak buah simalakama, kebutuhan pertumbuhan industri dan perkembangan ekonomi yang telah memasuki era teknologi tinggi 4.0--terlebih dengan cita-cita Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi 5 besar dunia pada 2030--masih terganjal oleh rendahnya mutu SDM. Sementara hitungan bonus demografi dinyatakan tinggal 10-15 tahunan lagi.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan, sampai sejauh mana upaya otoritas pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi menyiapkan langkah-langkah strategis guna memenuhi persyaratan SDM yang siap memenuhi tantangan bonus demografi? Apakah itu yang memunculkan ide untuk mengambil jalan pintas dengan mengundang rektor dan investor asing di bidang pendidikan tinggi?

Wajah pendidikan tinggi di Indonesia sendiri, masih sarat dengan masalah pemenuhan syarat-syarat kualitas Perguruan Tinggi (PT), baik negeri maupun swasta jika dibandingkan dengan PT luar negeri semisal di ASEAN saja. Bidang riset dan inovasi PT yang bisa dimanfaatkan oleh industri untuk menciptakan produk-produk inovatif guna memberi nilai tambah lebih tinggi bagi PDB, diketahui masih banyak yang perlu ditingkatkan.

Di bidang riset, anggaran riset Indonesia masih tergolong rendah yakni di bawah 1 persen. Sementara jumlah publikasi ilmiah internasional dari berbagai kampus di Indonesia masih amat jauh dari segi kuantitas dan kualitas dibanding kampus-kampus di Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Padahal, Negara-negara yang memiliki mutu pendidikan dan iptek mumpuni harus memiliki jumlah publikasi internasional cukup tinggi. Data SCOPUS 1996-2013 menunjukkan Indonesia berada pada urutan ke-61 dengan jumlah publikasi sebanyak 25.481. Sementara Malaysia di urutan ke 37 dengan 125.084 publikasi ilmiah. Singapura di urutan ke 32 dengan 171.037 judul, dan Thailand di urutan ke 43 dengan 95.690 publikasi ilmiah (www.scimagojr.com ).

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X