• Selasa, 9 Agustus 2022

Karut Marut Birokrasi dan Layanan Kemudahan Bagi Investor

- Sabtu, 14 September 2019 | 13:30 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Jangan sampai, idiom buruk yang dikenal masyarakat tentang birokrasi di Indonesia :“Kalau masih bisa dibuat susah, buat apa dibikin mudah?” menjadi terbukti, terkait dengan pungli atau suap yang masih mewabah.

Apa pendapat Anda? Watyutink?

OPINI PENALAR
-
Peneliti INDEF
 
 

Menaggapi masalah perizinan investasi, beberapa hal dapat disampaikan berikut ini:

1. Perizinan investasi masih menjadi tantangan besar, sebab di era otonomi daerah, kewenangan perizinan teknis merupakan kewenangan daerah. Sehingga, sangat bergantung terhadap kepentingan dan kapasitas aparatur pemda.

2. Permasalahan lain, adalah sistem OSS masih memiliki kelemahan. Yakni, pada tahap awal investor harus memiliki izin lokasi dan lingkungan. Seharusnya cukup perizinan mendirikan perusahaan. Sebab, yang membuat lama adalah mendapatkan izin lokasi dan  izin lingkungan.

3. Selain itu, terdapat 489 perizinan dan belum semuanya terintegrasi di OSS. Selain itu, OSS juga belum memiliki format bahasa Inggris. OSS juga belum memiliki KBLI yang lengkap.

4. Selain perizinan, insentif investasi dan infrastruktur menjadi faktor yang membuat Indonesia menarik bagi investor global dibandingkan Vietnam, Malaysia, dan Singapore.

5. Indonesia masih mengandalkan insentif pajak (tax holiday dan tax allowance). Insentif pajak juga dikeluarkan oleh Menkeh sehingga motivasinya lebih kuat untuk penerimaan dibandingkan menarik investasi.

6. Seharusnya pemerintah perlu memberikan insentif berupa konsesi lahan dalam waktu jangka panjang. Sebab harga lahan di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan di negara tetengga. Sehingga jenis insentif konsesi lahan akan mengurangi biaya investasi.

7. Infrastruktur di Indonesia juga menjadi hambatan bagi investor. Proyek infrastruktur pemerintah Jokowi di periode pertama tidak dibangun dengan perencanaan yang matang.

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X