• Senin, 15 Agustus 2022

Melumpuhkan KPK, Memuluskan Agenda Siapa?

- Jumat, 20 September 2019 | 14:30 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Upaya kekuatan sipil melalui aktivisme digital sebagai cara untuk melakukan perlawanan terhadap pelumpuhan KPK, diantaranya dilakukan oleh para akademisi di Jawa Tengah khususnya di UNDIP Semarang. Media perlawanan dilakukan dengan menggunakan Whatsapp group (WA grup) para dosen, termasuk para mahasiswa S1 yang juga masuk sebagai anggota WA group para dosen.

Dari WA group bisa dimunculkan gerakan dan gambar-gambar yang menunjukkan awareness para akademisi kampus terhadap situasi yang berkembang khususnya revisi UU KPK. Ada juga karikatur atau meme yang menunjukkan sosok yang dulunya aktivis anti korupsi lalu sekarang tiba-tiba hilang. 

Intinya ingin menunjukkan bagaimana media digital digunakan untuk mendukung gerakan anti korupsi di Indonesia. Bagaimana dampaknya terhadap gerakan itu, faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalannya, lalu bagaimana masa depan gerakan anti korupsi di Indonesia, dan bagaimana sikap gerakan anti korupsi dengan telah adanya UU KPK yang baru direvisi.

Meryna Lim seorang aktivis digital (digital activism) berteori bahwa gerakan aktivisme digital akan berhasil bila narasinya simpel, risikonya rendah, dan sesuai dengan narasi dari media mainstream seperti nasionalisme dan keagamaan. Keberhasilan gerakan aktivisme digital akan sulit dicapai jika narasi yang dikedepankan bertentangan dengan media mainstream.

Peneliti media digital lain Ross Tapsell (Australia) mengatakan bahwa media digital akan memperkuat oligarki media/pemilik modal namun sebenarnya pada saat yang sama dia bisa memperkuat masyarakat sipil secara umum. Di Indonesia, media digital memperkuat dua sisi, pemilik modal dan juga masyarakat sipil.

Ditilik dari kasus aktivisme digital di Indonesia terkait gerakan anti korupsi, bisa ditelusuri dari bagaimana gerakan itu bermula - “from whatsapp to wake up”.

Di Undip kami menginisiasi gerakan aktivisme media digital bersama seorang dosen muda, dengan statemen-statemen di WA group tentang upaya menolak revisi UU KPK. Beberapa pejabat kampus kemudian berhasil diajak serta dalam WA group dosen anti korupsi, dari dekan sampai wakil rektor, hingga akhirnya berhasil menghimpun sekitar 50 akademisi yang kemudian mendukung petisi untuk menolak revisi UU KPK melalui sebuah konferensi pers. Ada berbagai media dan ratusan mahasiswa yang terlibat untuk menandatangani petisi menolak revisi UU KPK. Langkah kemudian anggota WA group bergabung dalam aliansi akademisi nasional.

Ada 34 universitas dan 3300 dosen di seluruh Indonesia yang kebanyakan akademisi hukum dan punya track record yang baik, yang menolak upaya revisi UU KPK. Berita itu kemudian menjadi headline nasional.

Tiba-tiba pada satu hari kami mendapat pesan dari seorang kawan dosen di Jogja dan menyatakan bahwa KPK dalam kondisi darurat dan sangat memungkinkan sedang dikendalikan secara perorangan, dan mengajak mendukung revisi UU KPK. Kawan dosen yang biasanya menolak revisi, tiba-tiba jadi pro revisi UU KPK. Pesan dalam bahasa Indonesia nya juga tak beraturan.

Dari situ kemudian anggota group curiga dan membuat group baru dengan nama berbeda. Muncullah grop baru. Tapi tiba-tiba muncul lagi group baru dengan nama aneh, dan kemungkinan sudah diretas. Kemudian hari berikutnya kami mendapat ratusan telepon dengan nomor asing dari berbagai negara. Ketika diangkat tidak dijawab. Di WA group, anggota yang lain juga mendapatkan hal serupa, ditelepon nomor asing. Rupanya, semua anggota aliansi dalam group WA mendapatkan teror telepon. Akhirnya satu-persatu para dosen left group.

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X