• Rabu, 10 Agustus 2022

Kinerja Perekonomian, Pantang Mundur Tiga Bulan Terakhir!

- Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:30 WIB
Sumber Ilustrasi: eksbis.sindonews.com
Sumber Ilustrasi: eksbis.sindonews.com

Watyutink.com - Banyak pihak menyadari bahwa, kondisi perekonomian global sedang tidak baik-baik saja. Apakah itu karena imbas dari trade war Amerika Serikat – China atau sebab lain, tapi yang jelas badan-badan ekonomi dunia seperti .World Bank dan IMF telah mengoreksi target pertumbuhan ekonomi dunia per 2019.

World Bank mengoreksi tingkat pertumbuhan ekonomi dunia dari 2,9 persen menjadi hanya 2,6 persen saja, sementara IMF mencatatkan prakiraan yang lebih rendah untuk pertumbuhan ekonomi dunia, dari 3,9 persen menjadi hanya 3,2 persen saja (Anthony Budiawan, 2019).

Realitasnya, berbagai belahan dunia memang merasakan menurunnya kinerja ekonomi berbagai kawasan. Dari Eropa sampai Asia Timur, Amerika Serikat sampai Amerika Selatan. Beberapa Negara Eropa dan G20 bahkan sudah mengalami pertumbuhan negatif pada triwulan II 2019 dibanding triwulan sebelumnya, seperti yang dialami oleh Jerman dan Inggris.

Menurunnya gairah ekonomi dunia juga berakibat pada slowdown nya perdagangan antar Negara. Termasuk anjloknya harga komoditas andalan Indonesia seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan batubara. 

Bagi Indonesia, menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia jelas harus disikapi dengan ekstra waspada, mengingat, tahun 2019 telah memasuki triwulan terakhir. Target-target kinerja ekonomi seperti penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,2 persen, menjadi taruhan tersendiri karena terkait dengan kinerja perekonomian yang dicapai oleh kabinet kerja 2014-2019.

Berhasilkah Indonesia mempertahankan angka pertumbuhan dikisaran 5 persen ke atas, atau menaikkan target pertumbuhan ekonomi dan penerimaan pajak? Hal itu semua tentu harus juga melihat bagaimana kinerja ekspor dan kinerja produksi dari dunia industri yang selama ini banyak dikhawatirkan berbagai pihak.

Sayangnya, situasi ekonomi dunia yang mengalami perlambatan, sepertinya belum membawa dampak positif bagi perekonomian dalam negeri. Harga komoditas kelapa sawit dan batubara saat ini justru anjlok, dampak dari perlemahan perdagangan dunia. Penerimaan pajak pun diperkirakan akan shortfall sekitar Rp200 – Rp300 triliun sampai akhir tahun. Sementara, defisit neraca perdagangan, neraca pembayaran, dan defisit current account masih terus membayangi perekonomian nasional.

Apa sebetulnya sikap terbaik yang harus diambil oleh para perencana kebijakan ekonomi nasional, menghadapi situasi perekonomian dunia yang terancam resesi? Bagaimana Indonesia bisa bertahan dengan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi yang hanya mengandalkan konsumsi? Karena kita semua tahu, bahwa Indonesia tengah menghadapi perlemahan ekspor akibat produksi yang tidak tumbuh, dan import bahan baku yang juga menurun? 

Lebih jauh, mengapa seolah situasinya menjadi seperti terjebak pada situasi yang tidak punya way out, akibat masalah investasi yang masih menghadapi situasi buruk di FDI, karena tidak kunjung tuntas membenahi masalah bifokrasi perizinan yang menghambat investor?

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X