• Selasa, 9 Agustus 2022

Daya Saing Merosot, Kualitas SDM Digenjot

- Senin, 14 Oktober 2019 | 16:30 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Watyutink.com -  Sudah jatuh tertimpa tangga, begitu nasib Indonesia dalam Indeks Daya Saing Global 2019 yang dirilis World Economic Forum (WEF) baru-baru ini. Dalam daftar peringkat negara paling kompetitif di dunia, posisi Indonesia melorot lima level, ditambah lagi skornya juga menurun.

Indonesia berada di peringkat ke-50, turun 5 peringkat ketimbang tahun lalu yang berada di posisi 45 dengan skor yang juga turun 0,3 menjadi 64,6. Dengan begitu, posisi Indonesia di ASEAN berada di peringkat ke-4 setelah Singapura (peringkat 1), Malaysia (peringkat 27), dan Thailand (peringkat 40).

Dalam penilaian WEF, Indonesia  cukup positif dalam hal ekonomi makro dan ukuran pasar. Namun, terkendala oleh masalah sumber daya manusia yang harus ditingkatkan. Bukankah pemerintah selama ini sudah mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar yang memberikan bantuan pendidikan kepada rakyat? Apa hasilnya?

Pemerintah mengakui penurunan peringkat daya saing karena beberapa indikator masih menunjukkan kelemahan.  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan mayoritas tenaga kerja hanya lulusan SD dan SMP.  Kualitas pendidikan juga perlu ditingkatkan, katanya. Indonesia hanya unggul di  sisi ukuran pasar dan stabilitas makro ekonomi dengan nilai masing-masing 82,4 dan 90.

Di sisi lain, budaya bisnis dinilai cukup dinamis, sistem keuangan stabil, tingkat adopsi teknologi Indonesia juga tinggi, namun sayangnya kualitas akses relatif rendah. Ditambah lagi, kapasitas inovasi  masih terbatas walaupun ada peningkatan.

Sri Mulyani menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia. Tekad pemerintah itu tercermin dari alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp 505 triliun pada tahun ini, dan meningkat lagi menjadi Rp 508 triliun pada tahun depan. Namun apakah ada jaminan dana yang besar bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan? Mengapa dengan dana yang besar peringkat daya saing Indonesia justru melorot? Apa yang salah?

Pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi atas penurunan peringat dan skor daya saing. Anggaran pendidikan akan dinilai sejauh mana efektifitasnya. Jika ditemukan kelemahan maka akan dilakukan perbaikan dari keseluruhan anggaran yang sudah dialokasikan tersebut.

Sediktinya ada tiga poin krusial yang akan dibenahi pemerintah, d antaranya pemberian insentif kepada daerah dan swasta yang fokus memberikan pelatihan vokasi hingga membangun kampus dan sekolah baru. Bagaimana kebijakan ini nanti dikaitkan dengan kebutuhan dunia usaha? Bagaimana kebijakan ini dikoordinasikan dengan institusi lain?

Bagaimana dengan pembangunan infrastruktur yang masif, apakah tidak cukup untuk mendongkrak daya saing? Ribuan kilometer jalan tol, jembatan, pelabuhan, dan bandara udara baru bermunculan  tetapi tidak memberikan dampak langsung pada penurunan biaya logistik, mengapa?  Apakah ada yang salah dengan perencanaan pembangunannya? Bagaimana solusi ke depan?

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X