• Selasa, 9 Agustus 2022

Agar Ketimpangan Sosial Menjadi Fokus Bahasan

- Senin, 21 Oktober 2019 | 17:00 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Apa pendapat Anda? Watyutink?

 

OPINI PENALAR
-
Peneliti INDEF (Institute for Development of Economics and Finance)
 
 

Sebetulnya jika dilihat memang angka kemiskinan sedikit turun, tapi problem ketimpangan tetap meningkat. Penurunan angka indeks gini rasio juga kecil sekali.

Yang disampaikan oleh TP2KN itu terkait dengan penguasaan aset. Jadi cara melihatnya dari sisi yang berbeda. Hal tersebut memang biasa dilakukan juga di dunia internasional seperti Credit Suisse yang juga rutin memetakan secara global. Intinya sama, yakni bagaimana kemampuan pemerintah untuk mengatasi persoalan ketimpangan antar kelompok masyarakat. Antara kelompok kaya dengan kelompok menengah ke bawah.

Jadi walaupun kemiskinan bisa sedikit diturunkan tapi ternyata ketimpangannya tetap membesar. Hal itu sebenarnya adalah gambaran dari program pemerintah untuk mengatasi ketimpangan yang belum berhasil. Even di kemiskinan sebetulnya juga ada indeks keparahan kemiskinan yang harus diperhatikan.

Hal itu ternyata di banyak tempat juga hasilnya tidak begitu menggembirakan. Jadi kemiskinan ketika dihitung secara agregatif yang sebetulnya ada perbaikan sedikit menurut BPS, tapi begitu masuk ke indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan, maka biasanya juga belum tentu turun. Karena ada ukuran lainnya misalnya ukuran ketimpangan diantara orang miskin sendiri.

Kalau sudah masuk ke indeks itu memang problemnya akan lebih rumit lagi.

Jadi memang saat ini dibutuhkan kebijakan yang lebih efektif yang harus diciptakan. Kalau tidak, ketimpangan akan tetap meninggi. Tidak bisa hanya sekadar program PKH atau Dana Desa.

Gambaran tentang ketimpangan kepemilikan aset di awal statement adalah gambaran kelas atas yang sebetulnya bagi mereka yang hanya tinggal duduk saja, sementara asetnya terus bertambah. Aset mereka asal ditempatkan saja di beberapa sudut investasi maka dia akan bisa terus bertambah kaya.

Itulah problemnya, sehingga kalau mau diniati untuk diperbaiki salah satunya adalah dengan melakukan pajak progresif seperti di negara maju.

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X