• Rabu, 10 Agustus 2022

Agar Ketimpangan Sosial Menjadi Fokus Bahasan

- Senin, 21 Oktober 2019 | 17:00 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)
SHARE ON
Linkedin
Google+
Pinterest
 
-
Ekonom Senior CORE Indonesia
 
 

Perihal ketimpangan sosial yang masih tinggi memang menjadi pekerjaan rumah besar bagi kabinet mendatang. Mengapa dana-dana untuk program pengentasan kemiskinan yang sudah begitu besar digelontorkan tetapi dampaknya masih sangat kecil.

Bisa diteliti juga, sebetulnya dana yang digelontorkan itu seberapa jauh telah digunakan untuk kegiatan-kegiatan produktif yang memiliki multiplier effect di daerah.

Kedua, apakah ketika dana-dana itu sampai ke desa atau ke daerah program yang dijalankan apakah sesuai atau tidak dengan kapasitas yang dimiliki oleh penduduk di daerah tersebut. Jadi jangan sampai mereka justru tidak mengerti apa-apa.

Maka berarti program yang dilaksanakan memang harus tepat sasaran. Seberapa besar program itu memang tepat sasaran untuk memberikan dampak kepada masyarakat lokal terutama.

Ketiga, harus diperhatikan lagi siapa pembuat program-program tersebut. Artinya untuk program pengentasan ini ketika di daerah siapa yang mengajukan, dan  Seberapa besar tingkat ketercapaiannya. Kalau ternyata kemudian dampaknya sangat kecil, maka berarti ada yang keliru. Harus diteliti lagi, apa saja yang masih menjadi faktor penghambat.

Pelaksanaan program-program tersebut sepertinya tidak bisa jika tanpa pengarahan, pengawalan, pembinaan. Setiap daerah pasti berbeda beda karakter, kemampuan atau kapasitas dari setiap penduduk desa. Hal itulah yang sebetulnya menjadi PR bersama.

Semua program yang bertujuan pengentasan kemiskinan harus dikaji ulang. Bukan berarti salah, tapi harus dilihat seberapa besar efektivitasnya. Mengapa efektivitasnya rendah dan ada persoalan apa sebenarnya.

Keempat, harus dilihat lagi apakah SDM setempat punya kapasitas atau kemampuan untuk melaksanakan program. Kadang dengan kapasitas yang terbatas dari aparat desa dan warga masyarakat membuat program pengentasan menjadi terhambat.

Angka kemiskinan oleh BPS memang disebutkan menurun pada Maret 2019 lalu, tapi seharusnya dengan program-program pengentasan yang ada seharusnya tingkat kemiskinan atau kesejahteraan warga seharusnya bisa jauh lebih baik dari yang ada sekarang. Seharusnya juga jika program berhasil, maka mereka yang jadi TKW di luar negeri juag seharusnya tidak ada lagi. (pso)

 

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X