• Rabu, 10 Agustus 2022

Believe or not, Kabinet Indonesia Maju Sebisanya?

- Rabu, 23 Oktober 2019 | 15:30 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Hal tersebut akan diwujudkan melalui: (1). Pembangunan SDM dengan dukungan endowment fund dalam manajemen SDM serta kerjasama dengan industri; (2). Pembangunan infrastruktur yang meningkatkan konektivitas sehingga mempercepat nilai tambah ekonomi rakyat; (3). Deregulasi peraturan yang menghambat investasi dan perekonomian antara lain melalui omnibus law; (4). Penyederhanaan birokrasi pemerintahan yang mendukung investasi dan penciptaan lapangan kerja; serta (5). Transformasi ekonomi yang memberikan nilai tambah optimal terhadap barang dan jasa yang dimanufaktur dari sumberdaya alam Indonesia.

Hari pertama para ketika nmenteri duduk di ruang kerjanya masing-masing akan diperhadapkan banyak hal yang harus dikerjakan. Namun hal pertama yang juga sangat penting harus dimiliki setiap menteri adalah, membuat konektivitas antara lima misi presiden tersebut di atas dengan sektor atau bidang tugas kewenangan masing-masing.

Harus disusun agenda kerja per tahun dengan tema besar untuk lima tahun ke depan. Sehingga jelas target yang ingin dicapai oleh kementerian yang dipimpinnya. Kompetensi dan kepemimpinan seorang menteri menjadi kritikal pada tahap ini. Apabila menteri tersebut tidak mampu memberikan kejelasan konektivitas antara lima misi presiden dengan ruang lingkup kementeriannya maka dipastikan perjalanannya akan berat dan tanpa arah sehingga mudah diintervensi berbagai pihak menurut kepentingan masing-masing.

Secara khusus untuk para pembantu presiden di bidang perekonomian, sudah memiliki tantangan besar yang harus diselesaikan bersama karena berdampak sangat luas ke berbagai sektor, yaitu: defisit neraca berjalan (Current Account Deficit). Berbagai program sudah disusun terkait hal itu namun yang menjadi tantangan adalah sinergitas eksekusi program antara menko perekonomian serta menko maritim dan investasi di tengah situasi perekonomian global yang cenderung tidak menguntungkan Indonesia. Sebagai contoh pengurangan impor migas dengan program biodiesel B30 serta program kendaraan listrik. Semoga hal itu dapat diwujudkan karena kedua menko berasal dari partai yang sama.

Mengenai reaksi pasar terhadap susunan Kabinet Indonesia Maju masih dipahami sebagai dinamika responsif sesaat karena yang lebih penting ditunggu pasar adalah kebijakan dan eksekusi program-program ekonomi Kabinet Indonesia Maju. Hal ini setidaknya baru akan mulai terlihat dalam 3-4 bulan mendatang. Secara khusus pasar pasti akan menantikan langkah Erick Thohir sebagai menteri BUMN, apakah akan melanjutkan program-program menteri BUMN terdahulu atau muncul dengan kebijakan baru?

Pembentukan kabinet sudah menjadi semacam reality show di Indonesia. Selama beberapa pekan terakhir, semua mata di Indonesia tertuju pada pembentukan kabinet, sampai-sampai banyak beredar viral di medsos bermacam versi susunan kabinet Jokowi-Ma’ruf. Sekarang saatnya para pembantu presiden bekerja dengan prioritas secara cermat dan cekatan mewujudkan visi dan misi presiden dalam satu komando yaitu komando presiden bukan pihak lainnya. Semoga Indonesia benar-benar maju di mana segenap rakyatnya sejahtera bukan hanya para elitnya.(pso)

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB

Terpopuler

X