• Rabu, 10 Agustus 2022

Bank-Bank Dunia Collaps, Lampu Kuning Perbankan Domestik

- Kamis, 24 Oktober 2019 | 17:30 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Jadi artinya ke depan akan ada kecenderungan masyarakat untuk shifting atau bergeser dari perbankan konvensional ke fasilitas digital plarform. Tantangan likuiditas perbankan justru ada di situ.

Dengan demikian maka saat ini peran perbankan konvensional di challenge langsung oleh fintech. Kompetitor utama perbankan saat ini adalah teknologi, tidak ada yang lain. Artinya, ketika bank berniat compete, maka dia harus menyediakan teknologi yang dapat menjangkau keinginan nasabah, sesuai dengan ekspektasi nasabah.

Sekarang digital perbankan terus berevolusi dari mobile banking, phone banking dan sebagainya yang saat ini nasabah menganggap sudah biasa-biasa saja. Nasabah sekarang lebih menginginkan terintegrasinya fintech, e-commerce dan perbankan. Jadi customize sifatnya, apa yang nasabah inginkan maka dapat disediakan.

Bank nasional yang menurut saya cukup maju misalnya Bank BTPN dengan produk terintegrasi yang sudah selangkah lebih maju dalam adopsi teknologi.

Memang sekarang dibutuhkan perbankan nasional yang sudah menjadi “open banking”. Integrasi antara produk perbankan dengan produk fintech.

Jadi sekali lagi saat ini kata kunci bagi perbankan adalah : Teknologi merupakan kompetitor utama perbankan. Kalau perbankan berkeinginan fight maka dia harus adopt technology.

Meskipun di Indonesia karakterisitik digitalisasinya belum terlalu optimal tapi ke depan pasti akan optimal.

Terkait dengan dampak bagi tenaga kerja, kajian tahun lalu kami ketika meneliti dampak adopsi teknologi terhadap labour demand, diketahui hasilnya bahwa untuk bank kecil penggunaan teknologi ternyata berdampak negatif, artinya ketika bank kecil mengadopsi teknologi tinggi, berkibat tenaga kerja menjadi berkurang.

Namun untuk bank-bank besar, penggunaan teknologi maju berdampak positif bagi tenaga kerja karena bersifat komplementer. Jadi memang adopsi teknologi tinggi pada perbankan bagus untuk meningkatkan performa, tapi perlu dipikirkan dampaknya terhadap tenaga kerja. (pso)

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB

Terpopuler

X