• Sabtu, 20 Agustus 2022

Di Pundakmu Ekonomi Bangsa Dipertaruhkan

- Senin, 28 Oktober 2019 | 16:00 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Watyutink.com – Para menteri ekonomi dalam Kabinet Indonesia Maju yang dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu, 23 Oktober 2019, sudah harus bercumbu dengan realitas yang tidak ramah. Pelemahan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan berdampak negatif terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.

Kunci dalam menghadapi kondisi turbulence adalahkepiawaian mengelola tantangan pelemahan pertumbuhan ekonomi global menjadi harapan dan peluang. Jam terbang, kompetensi, kredibilitas, dan kekuatan jaringan menjadi modal yang harus dimiliki seorang menteri  yang duduk dalam Kabinet Indonesia Maju.

Terhadap menteri yang memiliki rekam jejak baik dan dinilai sukses memimpin kementerian dan sektor yang dibidanginya, masyarakat mempunyai kepercayaan besar atas kemampuannya mengatasi masalah, dan menyisakan sedikit kekhawatiran.

Namun komposisi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju dengan wajah lama dan barunya belum memberikan jawaban pasti apakah mereka kelak mampu mengarungi badai yang tidak ringan. Jika salah melakukan kalkulasi, masa depan perekonomian Indonesia menjadi taruhannya.

Dalam Kabinet Indonesia Maju, sedikitnya empat menteri petahana sektor ekonomi kembali dipercaya untuk menduduki posisi yang sama untuk membantu kinerja Presiden Joko Widodo selama 5 tahun ke depan. Mereka adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Namun posisi kementerian lain dirombak, diisi dengan wajah baru dan nomenklatur anyar dengan harapan membawa angin segar bagi sektor ekonomi. Agus Sumiwang Kartasasmita yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Sosial bergeser  menjadi Menteri Perindustrian. Airlangga Hartarto yang sebelumnya Menteri Perindustrian kini menjadi Menko Perekonomian. Di  luar mereka ada nama-nama baru antara lain Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dan Wishnutama di posisi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pertanyaan yang muncul dibenak masyarakat, apakah mereka bisa menjadi ‘the dream team’ bagi perekonomian Indonesia yang lebih baik pada masa depan?  Sekalipun Menkeu diduduki petahana, sebagai bendahara negara serta memiliki kewenangan untuk menerapkan tarif perpajakan dan pemberian insentif fiskal, tugasnya tidak ringan.

Begitu juga dengan ‘kursi panas’ Menko Perekonomian yang memiliki fungsi kuat untuk mengoordinasikan kementerian di sektor ekonomi, apakah dapat menjadi dirigen bagi orkestra tim ekonomi ?  Apa saja harapan dan tantangan menteri ekonomi dalam lima tahun ke depan?

Apa pendapat Anda? Watyutink?

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X