• Selasa, 9 Agustus 2022

Perlindungan Pekerja Migran, Upaya Mengurangi Kisah-Kisah Pilu

- Selasa, 29 Oktober 2019 | 16:00 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Di negara yang bermartabat mereka juga mengirim tenaga kerja keluar negeri namun tenaga kerja yang ter terdidik dan dengan perlindungan dari negara yang maksimal sehingga mereka bekerja betul-betul sebagai profesional. 

Namun dari Indonesia sebagian besar adalah pembantu rumah tangga yang pendidikannya rendah, mudah dibodoh-bodohi tanpa keterampilan yang sangat dasar sehingga seringkali terjadi konflik yang menimbulkan kerugian badan, moril materil sampai hukuman mati.

Indonesia yang sesungguhnya adalah negara sangat kaya dalam sumber daya alam mineral maupun manusia sangatlah tidak pantas apabila hal ini masih terus berlangsung dan sangat menurunkan harkat martabat bangsa di mata internasional.
  
Ada empat sebab mendasar  kenapa hal ini terjadi:
1. Tata kelola pemerintahan yang kurang baik terutama KKN yang Mengakibatkan kemiskinan kebodohan dan pengangguran.   

2. Lemahnya jiwa dan semangat enterpreneur pada sebagian besar bangsa ini karena tidak tersedianya kesempatan untuk membangun enterpreneurship.   

3. Tidak adanya atau minimnya perlindungan bagi para pekerja migran baik dari lembaga pengirim tenaga kerja maupun dari pemerintah.

4. Kerjasama bilateral yang kurang seimbang dengan negara penerima pekerja migran.     

Maka secara umum, cara mengatasi pengangguran adalah dengan membuka lapangan pekerjaan. Tetapi, diperlukan aksi-aksi yang lebih spesifik daripada hanya membuka lapangan pekerjaan yang masih bermakna luas tersebut. 

Pengangguran juga sangat erat kaitannya dengan permasalahan ekonomi. Banyaknya pengangguran dapat menimbulkan naiknya tingkat kemiskinan. 

Untuk itu, sangat dibutuhkan cara mengatasi pengangguran agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Penanaman jiwa wirausaha di sekolah merupakan salah satu contoh.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X