• Sabtu, 20 Agustus 2022

Industri Tekstil Nasional, Hikayat Runtuhnya Industri Tertua

- Jumat, 1 November 2019 | 15:00 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Watyutink.com - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia sempat memasuki era kejayaan pada saat pertumbuhan industri ini pada 1980-an. Pada 2007, perdagangan industri ini mencatatkan surplus hingga mencapai 7,8 miliar dolar AS. Namun pada 2001 industri tekstil hanya tumbuh 5,2 miliar dolar AS.

Kondisi tersebut berbalik pada periode 2008 hingga 2018 dan diperkirakan berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Pada 2008, surplus ini hanya mencatatkan 5,04 miliar dolar AS dan pada 2018 menurun drastis menjadi 3,2 miliar dolar AS. Diperkirakan, penyebab utama dari kemerosotan industri tekstil adalah gempuran tekstil impor yang berasal terutama dari China.

Serbuan impor tekstil China diperkirakan juga akibat adanya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 64/M-DAG/PER/8/2017 tentang Perubahan atas Permendag Nomor 85/M-DAG/PER/10/2015 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil yang berdampak pada semakin derasnya laju impor produk TPT.

Revisi yang telah dilakukan dengan Permendag Nomor 77 saat ini masih menimbulkan ketakutan di kalangan pelaku industri akibat tidak transparannya kuota impor hingga belum terlihat adanya upaya untuk membatasi pengusaha dalam Pusat Logistik Berikat (PDPLB) yang memperjualbelikan barang langsung ke pasar domestik.

Apa yang sebaiknya harus diperbuat pemerintah untuk kembali meningkatkan kinerja industri tekstil dalam negeri, terutama meningkatkan utilitas kapasitas mesin yang sudah terpasang? Mengapa selalu masalah produk impor yang membuat industri dalam negeri mengalami kemerosotan kinerja? Mulai dari industri semen, besi baja, hingga tekstil? Belum lagi masalah impor produk pangan yang mematikan petani dan peternak?

Industri tekstil merupakan salah satu industri andalan Indonesia, ketika dulu bersama dengan industri ekstraktif mengalami masa jaya semasa orba. Sampai saat ini industri tekstil, kulit dan alas kaki sebetulnya masih merupakan salah satu sektor penyumbang devisa negara yang cukup signifikan, meski mengalami kemerosotan akibat kalah saing dengan maraknya produk tekstil impor.

Dalam catatan sejarah, Industri tekstil menjadi sektor yang tertua di Indonesia dan mempunyai struktur yang kuat dari hulu sampai hilir. Produk tekstil memberikan kontribusi nomor tiga dari seluruh komoditas ekspor Indonesia. Selain itu, industri teksitl merupakan sektor yang tergolong padat karya dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 4,65 juta orang (A.sigit Dwiwahyono,10/2019).

Oleh karena itu perlu kiranya pemerintah mencari jalan keluar dari permasalahan yang melanda industri nasional yang dulu merupakan industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Bagaimana agar kecenderungan kemudahan impor produk asing tidak menjadi penyebab dari runtuhnya industri nasional? Persoalan kualitas tidaklah menjadi sebab dari kalah saingnya produk tekstil impor karena terbukti bisnis pakaian jadi, alas kaki dan kulit nasional disenangi konsumen luar negeri.

Halaman:

Editor: Pril Huseno

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X