• Rabu, 10 Agustus 2022

Ironi, Kemiskinan Menurun Tapi Terjadi Kelaparan Kronis

- Kamis, 7 November 2019 | 08:30 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Fakta pertama; diasumsikan karena adanya ketergantungan impor. Saat ini Indonesia termasuk pengimpor beras terbesar dengan jumlah 2,5 juta ton beras per tahun (3 persen), 2 juta ton gula (54 persen), 1,2 juta ton kedelai (70 persen), dan daging sapi (20 persen). 

Fakta kedua; adanya konsep modernisasi desa yang menyebabkan jumlah petani semakin menurun, banyak lahan pertanian yang alih fungsi menjadi hunian (KPR). 

Berdasarkan data The Global Competitiveness Report bahwa Indonesia hanya memiliki lahan pertanian per kapita seluas 900 m2/orang, masih kalah jauh dengan Thailand (5.230 m2/orang) dan India (1.290 m2/orang). 

Fakta ketiga; sebesar 97 persen petani Indonesia masih tergantung pada harga tengkulak dikarenakan harga dari Bulog tidak menyentuh ke tengah masyarakat petani. Hal ini yang menyebabkan pendapatan petani di Indonesia menjadi sangat kecil, dimana hanya sebesar 63 persen (< 1 juta/ bulan) dan hanya 11 persen saja yang berpendapatan Rp3 juta/bulan. 

Fakta keempat; kurangnya minat SDM dari generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian, karena adanya paradigma berpikir bahwa menjadi petani pasti miskin. Selain itu konsep pendidikan kejuruan dalam bidang pertanian tidak adanya penguatan dan jaminan dukungan paska lulus ketika memilih bekerja di sektor non formal.

Dari fakta-fakta yang ada tersebut, maka potensi jumlah petani di Indonesia pada tahun 2025 hanya berkisar 6 juta orang, seperti dinyatakan dalam penelitian LIPI. 

Indonesia memiliki sejarah kegagalan pembangunan, bahkan mungkin saja konsep yang dianggap gagal waktu itu masih berjalan sampai saat ini terutama dalam konsep pembangunan pertanian.

Kegagalan tersebut dikarenakan;

1. Tidak mempunyai tujuan pembangunan yang jelas dengan cara membangun yang ditentukan. Masing-masing menafsirkan menurut faham sendiri-sendiri. 

2. Tidak cukup modal, skill, industri berat dan dasar. 

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X