• Senin, 15 Agustus 2022

Ironi, Kemiskinan Menurun Tapi Terjadi Kelaparan Kronis

- Kamis, 7 November 2019 | 08:30 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Strategi pembangunan yang disusun, pembangunan yang telah dilaksanakan, dan program-program kebijakan lain yang terkait muaranya tak lain, seperti ditegaskan sendiri oleh pemerintah, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat dan daya saing SDM Indonesia. Kedua tujuan ini mencakup, dan sekaligus melampaui, sekadar tujuan untuk mengurangi angka kemiskinan. Keduanya juga pondasi penting untuk mengejar apa yang dalam Visi Nawacita – yang ditegaskan dalam Visi Indonesia – sebagai Indonesia Maju.

Ketika pembangunan dan program-program pemerintah yang terkait ternyata belum menunjukkan keberhasilan mencapai dua perbaikan kondisi sosial-ekonomi rakyat Indonesia, setidaknya tercermin dari laporan ADB, maka  ada hal-hal yang harus diperbaiki. Pemerintah memang masih harus bekerja keras dalam bidang pengentasan kemiskinan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan, dan ini pasti akan dilakukan karena kerja keras masih menjadi janji dari kabinet yang sekarang.

Kesalahan barangkali terdapat pada koordinasi yang tidak bagus antar-departemen, baik dalam hal koordinasi data-data, perencanaan dan pelaksanaan kebijakan. Di balik banyak keberhasilan yang dicapai, soal ini masih menjadi kekurangan serius dari pemerintahan sekarang. Yang kedua, koordinasi masih kurang berjalan – atau nyaris tidak terjadi – antara kementerian/lembaga pemerintah nasional dengan dinas-dinas di pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota. Tampaknya, kita – birokrasi dan bahkan kalangan akademik – semakin melihat ini sebagai kewajaran, konsekuensi dari otonomi daerah dan desentralisasi. Padahal, ini hal yang serius yang menghambat pelayanan birokrasi dan pemerintah kepada rakyat terus memburuk.

Pemerintah, pusat dan daerah, mempunyai banyak uang – setidaknya tercermin dari terus berlangsungnya pemborosan anggaran belanja seperti terjadi di Jakarta dan beberapa daerah lainnya – tetapi di sisi lain kita melihat sebagian rakyat Indonesia (jumlahnya masih jutaan) dalam kelaparan kronis. Ini hal yang tidak bisa dibiarkan terus berulang terjadi. Ya, memang ini ironis, dan saatnya telah tiba untuk tidak lagi menerima ironi semacam ini sebagai kewajaran dalam kebijakan publik kita. (pso)

 

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB

Terpopuler

X