• Sabtu, 20 Agustus 2022

Mencari Kiat Tetap Bertumbuh, di Tengah Kewaspadaan Publik

- Kamis, 14 November 2019 | 09:00 WIB
Ilustrasi watyutink  (gie/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (gie/watyutink.com)

Watyutink.com - Masyarakat kita sekarang, terutama kelas menengah ke atas, sepertinya sedang menjalankan aksi cari aman. Gejalanya, jumlah rekening simpanan dengan nilai saldo di atas Rp2 miliar tercatat naik 1,04 persen secara bulanan. Naik lebih tinggi ketimbang Agustus 2019 yang sebesar 2,54 persen. Data LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) juga menunjukkan bahwa sampai akhir September 2019 untuk jumlah saldo ada kenaikan 0,70 persen secara bulanan.

Ditinjau secara keseluruhan, pada 111 bank umum jumlah rekening dan nominal simpanan per September 2019 mengalami kenaikan. Total nominal simpanan naik1,46 persen menjadi Rp.5.984 triliun.

Adanya kenaikan jumlah simpanan tersebut, apakah menandakan terjadinya kenaikan pendapatan secara nasional khususnya bagi kelas menengah ke atas? Atau, hanya sekadar aksi ngeles masyarakat kaya untuk menahan konsumsi sambil wait and see terhadap kondisi ekonomi nasional? Maklum saja, bisnis konon sedang lesu, dan pertumbuhan kredit juga terseok-seok. Belum lagi, bakal adanya kenaikan “administered price” pada tahun depan seperti tarif listrik, BBM, dan BPJS Kesehatan.

Ironisnya, jika masyarakat menahan belanja maka pertumbuhan konsumsi juga akan tertahan. Padahal, konsumsi menjadi andalan dari pergerakan ekonomi nasional untuk tetap mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Saat ini, konsumsi merupakan unsur dominan dalam pembentukan angka PDB nasional, yakni sekitar 56 persen. Sementara unsur lainnya seperti investasi dan ekspor sedang bermasalah.

Apakah dengan fenomena menahan konsumsi dari kelas menengah atas Indonesia juga akan menyebabkan target pencapaian pertumbuhan ekonomi 2019 (5,3 persen) akan meleset? Atau, akan ada langkah penggelontarn bantuan sosial (bansos) akhir tahun yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5 persen?

Sebagai catatan, situasi serupa juga terjadi pada akhir 2017 lalu, dimana gejala masyarakat kelas menengah atas yang menahan konsumsi, dan lebih suka menyimpan uangnya di bank. Ketika itu per semester I/2017 Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tercatat Rp 572,2 triliun, tumbuh 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu bahkan melebihi angka pertumbuhan kredit saat itu. Gejalanya juga sama, yakni sikap wait and see, sama seperti tahun ini. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi juga sama saja, tidak begerak dari kisaran 5 persen.

Namun pada saat ini, gejala menahan konsumsi juga bisa dilihat dari menurunnya indeks penjualan riil seperti kendaraan bermotor (Honda) yang turun sepanjang September 2019, AHM mencatatkan penjualan domestik alias dalam negeri sebanyak 430.979 unit. Padahal pada periode Agustus 2019 berhasil mencapai 454.896 unit.

Survei Bank Indonesia (BI) juga memproyeksi penjualan retail pada kuartal III 2019 tumbuh melambat dibanding kuartal sebelumnya, pada hampir seluruh komoditas barang yang disurvei, terutama kelompok sandang. Hasil survei mengindikasikan penjualan eceran kuartal III/2019 tumbuh 1,8 persen secara tahunan, jauh lebih rendah dibandingkan 4,2 persen pada kuartal II /2019 dan kuartal III tahun lalu sebesar 4,6 persen (Katadata, 9/10/2019).

Bisakah semua gejala di atas disimpulkan bahwa memang disamping masyarakat telah ambil ancang-ancang waspada akan ancaman perlemahan ekonomi 2020, juga antisipasi terhadap berbagai risiko ekonomi seperti kenaikan kurs, kenaikan administered price, dan bahkan resesi? Lalu bagaimana nasib kinerja ekonomi khususnya pertumbuhan ekonomi nasional 2019 dan 2020 jika semua pihak memilih menahan diri?

Halaman:

Editor: Oggy

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X