• Senin, 15 Agustus 2022

Dana Desa, Bijak Memahami Akar Masalah vs Kelicikan Koruptor

- Senin, 25 November 2019 | 17:15 WIB
Ilustrasi kan watyutink
Ilustrasi kan watyutink

Dana desa harus diakui adalah satu niat baik pemerintah pusat. Bagaimana mengembangkan pembangunan sampai ke desa-desa atau membangun dari pinggiran.

Sekarang penting bagi KPK untuk segera mengambil tindakan terhadap masalah itu. Untuk mengcounter lembaga lain misalnya Kemendes yang membantah  terjadinya penyimpangan di desa, dan menyatakan yang terjadi hanya mal adminitrasi.(pso)

 
 
Jurnalis Senior
 
 

Menanggapi masalah dana desa kontemporer, maka dapat diberikan pandangan dengan memahami dulu bahwa desa adalah satu bagian dari ekonomi nasional. Kalau sistem ekonomi nasional tidak disiapkan dengan baik, maka akan sia sia.

Jika disebutkan dana desa sudah berhasil dalam membangun infrastruktur desa, dalam jangka pendek mungkin bermanfaat, tetapi hal itu juga masih debatable. Infrastruktur baru akan bermanfaat kalau dia terkait dengan design pembangunan dan pertumbuhan ekonomi riil. Tetapi masalahnya sekarang kelihatannya baik secara nasional maupun kurang dipersiapkan dengan matang.

Jadi kesannya hanya membangun infrastruktur. Semestinya hal itu dipersiapkan satu paket.

Pada akhir 1970 an Thailand membangun suatu daerah kering yang kurang subur, dan membangun satu kawasan pertanian terpadu dengan tanaman sederhana, yakni singkong.

Tetapi Thailand membangun kawasan itu dengan satu design besar yang  integrated. Dibangun satu paket kawasan pertanian yang lengkap mulai dari faktor pertanian, budidaya, pengolahan sampai ekpor. Jadi satu design terpadu, dari kawasan pertanian, bibit, masyarakatnya, sampai infrastruktur jalan sehingga produk singkong bisa melalui jalan itu untuk menuju kawasan pelabuhan ekspor. Pada saat yang sama ketika itu, Indonesia juga mengirim transmigran ke Lampung dan menanam singkong. Tetapi karena ketika itu jalan tidak dibangun, akibatnya harga singkong jatuh. Petani rugi, dan hal itu berlangsung terus sampai sekarang.

Di Thailand, mereka membangun pertaniannya dengan pemetaan yang bagus sehingga ketika panen semuanya bisa diangkut dengan cepat, diolah dan dikeringkan, diolah menjadi gaplek. Gaplek-gaplek itu kemudian disimpan di silo-silo raksasa dan kemudian pada saat nya bisa diekspor. Telah ada sistem transportasi dengan dukungan jalan yang baik, sehingga pada tahun 1980 awal gaplek Thailand telah menjadi komoditas ekspor terbesar dari seluruh komoditas ekspor Thailand.

Hal itu yang dimaksud agar pembangunan desa dan infrastruktur bisa dibangun secara terpadu.

Pembangunan desa penting, tapi tidak bisa berdiri sendiri. Dia memerlukan perlindungan dari sistem ekonomi nasional. Memang jika dibangun jalan jalan tol dimana-mana akan kelihatan megah, kalau kita banyak mempunyai dana berlimpah. Tetapi kalau dana diperoleh dari utang, maka ke depan akan menciptakan beban. Kecuali kawasan-kawasan ekonomi terpadunya merupakan satu bagian integrated dari design pembangunan yang utuh. Hal itulah yang kurang nampak saat ini.

Halaman:

Editor: Pril Huseno

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X