• Selasa, 16 Agustus 2022

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

- Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB
Sumber Foto : iBerita.id
Sumber Foto : iBerita.id

Apakah ketimpangan ini merupakan gejala alami di satu negara yang sedang berkembang sehingga tidak perlu dipermasalahkan? Jika merupakan gejala alami, kapan ketimpangan ini bisa diatasi? Apa saja yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengatasi ketimpangan secara bertahap? Bagaimana memperlakukan kelompok masyarakat kelas bawah dan elit secara bersamaan untuk mengurangi ketimpangan?

Apa pendapat Anda? Watyutink?

 

OPINI PENALAR
 
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
 
 

Ketimpangan akan terus terjadi selama masih ada gap kesempatan, akses terhadap sumber ekonomi seperti sumber daya alam, keuangan, pembiayaan. Ada orang yang gampang mengakses ke sumber daya, tetapi ada juga yang susah untuk mengakses sumber daya. Mereka tidak berada pada level of playing field sehingga ketimpangan terjadi.

Untuk itu perlu ada upaya memberikan kesempatan yang sama kepada semua pelaku usaha ekonomi. Pengertian sama bukan berarti dapatnya sama tetapi adil. Kalau melihat konsumsi segmen semua lapisan masyarakat; miskin, menengah, dan atas semuanya mengalami pertumbuhan.

GINI Rasio berkurang tetapi tidak signifikan. Semua segmen masyarakat tumbuh. Kelompok miskin, menengah, dan atas semuanya tumbuh, tetapi kecepatan pertumbuhannya yang berbeda, diibaratkan golongan atas naik mobil, sementara golongan miskin naik sepeda.  Keduanya sama maju ke depan tetapi dengan kecepatan yang berbeda.

Kecepatan yang berbeda tersebut membuat gap antara keduanya semakin jauh, walaupun sama-sama maju. Untuk mempersempit gap tersebut harus ada upaya bagaimana golongan bawah bisa punya kecepatan yang lebih tinggi lagi sehingga gap atau ketertinggalannya tidak terlalu jauh.

Pertumbuhan golongan atas sangat cepat. Pertumbuhan income maupun konsumsinya mungkin lebih dari 10 persen, sementara gologan menengah bawah sulit untuk menyaingi kecepatan golongan atas. Untuk mengurangi gap yang ada tidak berarti kecepatan golongan atas direm, menunggu golongan bawah berlari.

Golongan atas biarkan berlari kencang karena mereka  mendorong pertumbuhan ekonomi. Yang perlu diperhatikan adalah golongan bawah. Bagaimana mereka juga mempunyai kecepatan tinggi. Kecepatan pertumbuhan golongan bawah bisa ditingkatkan jika mereka mempunyai kesempatan dalam mengakses pembiayaan yang murah dan mudah, sumber daya ekonomi, jaringan pasar, pendidikan dan keterampilan agar semakin pintar.

Kondisinya tidak yang miskin makin miskin. Dua golongan ini, kaya dan miskin, sama-sama tumbuh tetapi kecepatan pertumbuhannya yang berbeda. Harus diberikan kesempatan yang sama agar golongan bawah bisa tumbuh lebih cepat lagi.

Halaman:

Editor: Sarwani

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X