• Jumat, 9 Desember 2022

Peluang di Balik Uji Calon Vaksin COVID-19; Kedaulatan Vaksin, Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi

- Kamis, 23 Juli 2020 | 17:30 WIB
ilustrasi kan watyutink.com
ilustrasi kan watyutink.com

Watyutink.com - Sebanyak 2.400 calon vaksin COVID-19 (virus corona) asal China telah masuk Indonesia. Calon vaksin buatan perusahaan Sinovac Biotech Ltd. direncanakan akan diuji klinis laboratorium milik Indonesia. Uji klinis akan dilakukan selama 6 bulan. Setelah uji klinis, barulah vaksin bisa digunakan. Seberapa besar perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah dalam uji klinis calon vaksin itu?

Tidak hanya Indonesia, calon vaksin itu juga diuji klinis di sejumlah negara. Tujuannya, untuk mengetahui tingkat kekebalan vaksin dalam melawan inveksi akibat COVID-19. Infonya, vaksin telah memasuki uji tahap ketiga. Di dalam negeri, Bio Farma dan Universitas Padjajaran mendapat mandat untuk melakukan uji klinis calon vaksin tersebut.

Pengembangan vaksin secara mandiri dianggap akan menciptakan kedaulatan vaksin COVID-19. Kedaulatan vaksin dianggap menjawab dua krisis yang tengah dan akan menimpa Indonesia, yakni krsisis kesehatan serta krisis ekonomi. Krisis Kesehatan yang ditimbulkan akibat COVID-19, sudah tentu bisa dicegah dengan vaksin yang dikembangkan sendiri. Pencegahan dianggap lebih cepat dan tepat, jikalau vaksin COVID-19 bisa diproduksi secara mandiri.

Di lain sisi, kemandirian dalam produksi vaksin berdampak baik bagi perekonomian nasional. Vaksin yang diproduksi mandiri dianggap pakar lebih cepat, tepat dan murah dibandingkan harus impor dari luar negeri. Vaksin produksi dalam negeri, bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan vaksin nasional. Melihat kebutuhan dunia akan vaksin COVID-19, ada yang berpendapat sangat besar kemungkinan Indonesia mengekspor vaksin COVID-19 ke luar negeri. Apakah ekspor vaksin ke luar negeri mampu membantu penguatan perekonomian nasional yang tengah melemah?

Dampak positif uji klinis calon vaksin COVID-19 telah terlihat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan tengah minggu ketiga Juli 2020. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim menginformasikan penguatan rupiah pertengahan minggu ini merupakan dampak dari pengembangan vaksin COVID-19 yang dilakukan di Indonesia. Apakah dampak positif ini akan menular ke sektor keuangan lainnya?

Semoga kedaulatan vaksin membawa dampak baik bagi pulihnya krisis kesehatan yang melanda Indonesia, dan menghindarkan Indonesia dari resesi ekonomi yang mengancam. 

Apa Pendapat Anda? Watyutink?

 

OPINI Penalar

Halaman:

Editor: Amos Sury El Tauruy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siapkan Doping Ekonomi Hadapi Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Ekonomi Tolak Merana Akibat Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 19:00 WIB

Korupsi, Kesenjangan, Kemiskinan di Periode II Jokowi

Senin, 17 Februari 2020 | 14:30 WIB

Omnibus Law Dobrak Slow Investasi Migas?

Sabtu, 1 Februari 2020 | 17:30 WIB

Omnibus Law dan Nasib Pekerja

Rabu, 29 Januari 2020 | 19:45 WIB

Pengentasan Kemiskinan Loyo

Jumat, 17 Januari 2020 | 16:00 WIB

Omnibus Law Datang, UMKM Meradang?

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:00 WIB

Kedaulatan Energi di Ujung Tanduk?

Jumat, 20 Desember 2019 | 19:00 WIB

Aturan E-Commerce Datang, UMKM Siap Meradang

Senin, 9 Desember 2019 | 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Yes, Ketimpangan No

Senin, 2 Desember 2019 | 16:00 WIB

Upaya Berkelit dari Ketidakpastian Ekonomi Dunia, 2020

Kamis, 21 November 2019 | 18:15 WIB

Menunggu Hasil Jurus Baru ala Menteri Baru KKP

Rabu, 20 November 2019 | 10:00 WIB

Agar Data BPS Tetap Dipercaya!

Jumat, 15 November 2019 | 19:00 WIB
X