• Rabu, 30 November 2022

Perubahan Iklim: Bumi Makin Panas, Cuaca Tidak Menentu

- Sabtu, 24 September 2022 | 14:00 WIB
Sumber: guardian.ng
Sumber: guardian.ng

Watyutink.com - Apakah Anda merasa kian hari cuaca makin tidak menentu? Hawa terasa panas walaupun hari hujan? Atau pada pagi hari hujan lebat menerpa, tapi tiba-tiba panas terik di siang harinya? Musim kemarau terasa semakin panjang, tapi hujan deras bisa tiba-tiba datang dan menyebabkan banjir menerjang?

Musim kemarau yang semakin panjang dan cuaca yang tidak menentu merupakan salah satu dampak yang disebabkan oleh adanya pemanasan global. Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Temperatur atau Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat kira-kira 0,8°C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia,” melalui efek rumah kaca.    

Efek rumah kaca

Sumber energi utama yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi.

Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida (CO2), mentana (CH4) dan freon (SF6, HFC dan PFC), yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.

Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Bumi Makin Panas Bencana Alam Datang

Dilansir dari Live Science, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) mengatakan suhu bumi telah naik 0,8 derajat celcius selama 100 tahun terakhir.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Daftar Lengkap Pemenang Piala Citra FFI 2022

Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB

Badan Iklim PBB Publikasikan Rancangan Iklim COP27

Jumat, 18 November 2022 | 09:30 WIB

IKN Disiapkan Jadi Kota Netral Karbon pada 2045

Kamis, 10 November 2022 | 15:00 WIB
X