Bijak Ber-APBN Demi Indonesia Maju 2045
Sarwani
Jurnalis Watyutink.com
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi muid/watyutink.com 23 November 2020 20:30
Watyutink.com – Presiden Joko Widodo mencanangkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada 2045 dengan slogan Indonesia Maju 2045. Pilihan momentum pada angka psikologis dan magis 100 tahun Indonesia merdeka, diharapkan bisa mendorong rakyat untuk bekerja lebih giat, penuh semangat menggapai mimpi tersebut.

Jokowi pun menetapkan lima fokus utama pembangunan selama pemerintahannya sebagai jembatan untuk mencapai cita-cita Indonesia Maju 2045. Kelima fokus utama pembangunan tersebut, pertama,  pembangunan sumber daya manusia yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Fokus kedua melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata. Fokus ketiga, menyederhanakan kendala regulasi.

Fokus keempat, penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran. Eselonisasi dipangkas hanya 2 level, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian dan kompetensi. Fokus kelima, transformasi ekonomi dari yang bergantung pada sumber daya alam ke industri manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi.

Jokowi meminta jajaran pemerintah melaksanakan lima fokus utama pembangunan tersebut secara serius dan sungguh-sungguh atau dalam istilah kaum milenial ‘jangan kasih kendor’. Bahkan Jokowi mengancam akan mencopot pejabat yang tidak menjalankan programnya tersebut.

Cita-cita boleh setinggi langit. Ini memang pesan yang dititipkan Presiden Pertama RI Soekarno kepada rakyatnya. Namun kita harus tetap berpijak di bumi, bersikap realistis, melakukan perhitungan secara cermat dan seksama dalam melakukan pembangunan nasional sebelum pada akhirya bisa mewujudkan cita-cita tersebut.

Pembangunan dilakukan secara bertahap melalui anggaran pendapatan dan belanja negara setiap tahun. Sejumlah pembangunan dilakukan dan akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun berikutnya.

Namun hari ini kita berhadapan dengan pandemi Covid-19 yang belum pernah ada sebelumnya. Perekonomian dibuat morat-marit. Bangunan ekonomi yang sudah disusun secara bertahap dari tahun ke tahun runtuh. Perlu pembangunan kembali agar cita-cita Indonesia Maju 2045 bisa tetap digapai.

Pemerintah berusaha untuk membangkitkan kembali ekonomi yang terpukul oleh pandemi Covid-19 melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sayangnya pemerintah kurang konsisten dalam pelaksanaannya. Mengklaim memprioritaskan pemulihan ekonomi, namun struktur anggaran tidak mendukung proses pemulihan ekonomi.

Dalam APBN 2021, porsi belanja infrastruktur, pembangunan di sektor perhubungan, pertanian, pertahanan, dan kepolisian masih tetap tinggi, padahal Indonesia masih membutuhkan program pemulihan ekonomi sosial tahun depan sehingga harus ada alokasi dana yang lebih tinggi lagi di dalamnya.

Dari program yang sudah berjalan saja, penyerapan program PEN hingga akhir 2020 sulit tercapai. Hanya tersisa waktu 1,5 bulan lagi untuk bisa menghabiskan anggaran yang baru terserap 67,8 persen. Tidak optimalnya penyerapan, khususnya program non bantuan sosial dan UMKM, membuat program PEN tidak dapat bersinergi dengan baik.

Bantuan sosial dalam program PEN tahun ini tidak optimal dalam meningkatkan konsumsi masyakat. Indikasinya tampak pada triwulan III 2020, dimana konsumsi makanan masih rendah. Penyebabnya adalah nilai bantuan yang relatif kecil, desain program yang kurang pas, dan kebutuhan konsumsi uang terus naik selama pandemi.

Di tambah lagi, realisasi APBN masih terjebak pada mental menghabiskannya di akhir tahun. Di tengah kebutuhan untuk melakukan ekspansi, pertumbuhan belanja negara di akhir tahun belum efektif, masih tertimbun di ujung waktu. Belanja daerah juga belum efektif. Pemda masih menumpuk simpanan di bank-bank.

Sekalipun demikian, peranan pemerintah masih sangat dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi lantaran investasi dan ekspor sebagai mesin pertumbuhan belum pulih. Dalam jangka pendek perhatian harus tetap diberikan pada upaya bagaimana melakukan perlindungan sosial kepada mereka yang terdampak paling signifikan oleh pandemi Covid-19.

Program pemulihan ekonomi juga harus serius dan efektif ditempuh, tidak sekadar menjalankan program. Pemerintah juga harus dapat mengidentifikasi sektor kunci yang jadi pendorong utama pemulihan ekonomi.

Dengan strategi defisit anggaran untuk melawan pandemi Covid-19 pada awalnya, disusul pemulihan (recovery), dan akselerasi pada APBN berikutnya maka target Indonesia Maju 2045 akan bisa dicapai sekalipun ada pandemi. Bukan begitu?

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF