Terpojok di Bisnis PCR, Pahlawan di Toilet Gratis
Sarwani
Jurnalis Watyutink.com
berita
Berpikir Merdeka
29 November 2021 14:15
Watyutink.com – Seruan menggratiskan layanan toilet di SPBU Pertamina mengangkat kembali nama Menteri BUMN Erick Thohir yang sebelumnya terpuruk oleh kasus dugaan konflik kepentingan dalam bisnis tes polymerase chain reaction (PCR) yang dipakai untuk mendiagnosis Covid-19.

Seperti diketahui Erick Thohir dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan disebut-sebut ada di balik bisnis tes PCR melalui PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

GSI adalah perusahaan pengelola laboratorium tes PCR yang berdiri pada 2020, berbarengan dengan mulai merebaknya pandemi Covid-19. Pemilik saham perusahaan itu antara lain PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi milik Luhut dengan 242 lembar saham senilai Rp242 juta dan Yayasan Adaro yang merupakan organisasi nirlaba di bawah PT Adaro Energi Tbk dengan 485 lembar saham. Presiden Direktur Adaro Energi, Garibaldi Thoir, adalah kakak Erick Thohir.

Keterkaitan Luhut dan Erick Thohir dengan PT GSI menunjukkan potensi konflik kepentingan. Kebijakan pemerintah yang sempat mewajibkan tes PCR sebagai syarat perjalanan berpotensi menguntungkan PT GSI. Ditambah lagi, Luhut menjabat sebagai Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali.

Berbagai elemen masyarakat kemudian ramai-ramai meminta penegak hukum segera mengusut dugaan konflik kepentingan ini karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Presiden pun diminta untuk menertibkan orang dekatnya itu.

Di tengah hiruk-pikuk tuntutan tersebut, tiba-tiba viral video yang memperlihatkan Erick Thohir sedang inspeksi mendadak (sidak) di toilet stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina. Pada mulanya video itu diupload di instagram pribadinya @erickthohir.

Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik tersebut terlihat Erick Thohir tengah berbincang dengan penjaga toilet umum di sebuah SPBU. Kepada penjaga tersebut, dia menanyakan kenapa menggunakan toilet saja harus bayar.

Lebih lanjut Thohir menanyakan pom bensin swasta itu milik siapa?. "Pom bensin swasta, sama yang punya dikontrak. Kalau ada yang mau pakai bayar 2 ribu, kalau mandi 4 ribu untuk perawatan,” jawab penjaga toilet. “Kenapa engga gratis? ini kan fasilitas umum," tanya Erick.

Dalam unggahan tersebut, Erick menuliskan "pesan saya untuk rekan-rekan di Pertamina, dari toilet umum SPBU Pertamina, Kecamatan Malasan, Probolinggo. Sudah kewajiban BUMN memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat'.

Erick Thohir meminta kepada direksi Pertamina, bahwa semua fasilitas umum seperti toilet di SPBU harusnya gratis. "Saya mengharapkan fasilitas umum seperti ini harusnya gratis. Karena, kan sudah dapat dari jualan bensin, sudah gitu ada juga toko kelontong. Jadi masyarakat semestinya dapat fasilitas tambahan," ucapnya

Jleb, pesan Erick ke direksi Pertamina nancap di hati publik. Erick panen dukungan. Koordinator Pusat BEM Nusantara, Dimas Prayoga mendukung keputusan tersebut. Kebijakan ini dinilai merupakan langkah tepat dan tegas untuk menarik minat publik agar lebih nyaman menggunakan SPBU milik BUMN.

Seorang pengguna toilet di SPBU yang diwawancara oleh stasiun televisi swasta merasa terbantu dengan digratiskannya penggunaan toilet karena bagi dia yang merupakan rakyat kecil tidak selalu memegang uang, sementara pada saat bersamaan dia membutuhkan fasilitas toilet untuk kebutuhan hajatnya.

Ada juga yang mencibir ngapain seorang menteri mengurus hal-hal remeh, masih banyak pekerjaan lain yang lebih besar. Namun dari komentar yang masuk, tune yang muncul umumnya cenderung positif.  Erick Thohir bahkan dianggap pahlawan bagi rakyat kecil.

Apa yang dilakukan oleh Erick Thohir menunjukkan komunikasi yang disampaikan melalui media sosial efektif dalam memberikan pesan kepada publik. Media sosial menjadi pilihan terbanyak di era digital karena alasan kepraktisan, jangkauan yang luas, dukungan infrastruktur teknologi informasi, dan biayanya yang murah.

Peristiwa ini juga menunjukkan betapa cara komunikasi yang sederhana, ringan, remeh temeh, hemat mampu membalikkan tune negatif menjadi positif. Tanpa perlu melakukan hal-hal besar, cukup dengan sebuah toilet, suara-suara tuntutan penyelesaian dugaan konflik kepentingan pun amblas ditelan gegap gempitanya penggratisan penggunaan toilet.

Di balik ini semua ada kebutuhan reputasi bagi Erick Thohir. Reputasi adalah suatu gambaran dari publik terhadap seseorang, atau kesan yang dengan sengaja diciptakan dari seseorang, atau yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan disebabkan oleh adanya informasi.

Erick Thohir adalah pejabat publik yang memiliki risiko reputasi. Risiko reputasi penting untuk dikelola dengan baik karena memiliki dampak jangka panjang dan luas. Dia menyadari begitu reputasi tercoreng harus ada upaya untuk memperbaikinya segera. Kalau tidak, opini buruk akan terbentuk dan kelarlah masa depannya.

Strategi komunikasi ini cukup ciamik. Erick Thohir tidak perlu repot-repot mengeluarkan bantahan mengenai dugaan potensi konflik kepentingan dalam bisnis PCR, karena selain faktanya sulit untuk dibantah, juga ongkosnya mahal. Semakin dibantah semakin memperkuat kecurigaan publik bahwa ada yang ditutup-tutupi.

Tanpa perlu bertarung pada isu dugaan adanya konflik kepentingan, diciptakanlah isu baru yang dapat mengangkat reputasinya kembali. Hasilnya dapat dilihat bahwa pikiran (top of mind) publik yang semula dipenuhi oleh kecurigaan konflik kepentingan berganti menjadi simpati.

Erick Thohir menggunakan kekuatan media sosial ini untuk dua kepentingan sekaligus, yakni menyangkut reputasi dirinya dan layanan kepada publik oleh perusahaan negara. Sebagai orang nomor satu di BUMN, dia berkepentingan perusahaan plat merah menjadi pelopor pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Atau video viral Erick Thohir yang merakyat ini untuk kepentingan Pilpres 2024? Wallahu a’lam bish-shawabi.

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF