12 Desember: Hari Transmigrasi
berita
Sumber Foto : radartasikmalaya.com
12 December 2018 17:30
Watyutink.com - Sebagian besar orang tahunya hari ini adalah hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Tapi sebenarnya ada satu lagi perayaan yang diperingati pada hari yang sama yang jatuh pada hari ini, 12 Desember.

Tahukah Anda, 12 Desember itu diperingati juga sebagai  Hari Transmigrasi atau dikenal juga sebagai Hari Bhakti Transmigrasi?

Transmigrasi berasal dari bahasa Belanda transmigratie, yang merupakan program pemerintah untuk memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke daera lain yang masih jarang penduduknya di wilayah Indonesia. Sedangkan penduduk yang melakukan transmigrasi disebut  Transmigran.

Tujuan resminya adalah untuk mengurangi kemiskinan dan kepadatan penduduk di Pulau Jawa, dan dapat memberikan kesempatan pada orang yang mau bekerja untuk dapat mengolah sumber daya di pulau-pulau lain di Indonesia, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi serta Papua. Akan tetapi ada juga yang  menduga/ mencurigai bahwa program ini dipergunakan pemerintah Indonesia untuk mengganti populasi lokal dan melemahkan pergerakan separatis lokal.

Yang pertama kali memperkenalkan istilah Transmigrasi adalah Bung Karno pada tahun 1927, di harian Soeloeh Indonesia. Kemudian dikemukakan kembali oleh Bung Hatta, sebagai wakil presiden pada waktu itu, pada Konferensi Ekonomi di Kaliurang Yogyakarta pada 3 Februari 1946. Bung Hatta mengatakan bahwa Transmigrasi akan punya peranan penting untuk membangun industrialisasi di luar Pulau Jawa.

Pada tanggal 12 Desember 1950 Pemerintah Indonesia melakukan transmigrasi untuk pertama kalinya. Sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) diberangkatkan; 23 KK ke Lampung dan 2 KK ke Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Karena itulah tanggal 12 Desember diperingati sebagai Hari Transmigrasi.

Tapi sebenarnya, Transmigrasi telah dilakukan juga sejak masa penjajahan Kolonial Hindia Belanda, yang digagas oleh Van Deventer dengan latar belakang ‘politik balas budi’. Pada waktu itu Pemerintah Kolonial Hindia Belanda memindahkan sekitar 44.687 KK dari Pulau Jawa ke Lampung.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir             Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!