4 Alasan Mengapa Sebaiknya Tidak Terlalu Sering Makan Mi Instan
berita
Sumber Foto : Shutterstock
27 December 2021 16:00
Watyutink.com - Diakui atau tidak mi instan adalah salah satu makanan paling disukai di Indonesia. Selain karena rasanya yang nikmat, mi instan harganya murah sehingga dipastikan hampir semua kalangan mampu membeli mi instan. Di saat kenaikan beragam kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, telur, dan gas LPG, tidak aneh jika konsumsi mi intan menjadi meningkat. Bagi beberapa kalangan, mi instan bukan lagi menu selingan. Mi instan mulai berubah menjadi menu makanan utama.

Kondisi ini tentu tidak baik bagi kesehatan. Pasalnya beberapa pihak mengatakan mie instan bukanlah makanan sehat. Hal itu lantaran zat-zat yang  terkandung dalam mie instan. Beberapa orang bahkan menganggap mie instan sebagai makanan berbahaya yang harus dihindari. Kalau pun tidak bisa benar-benar dihindari, para ahli kesehatan menyarankan tidak terlalu sering makan mi instan.

Tahukah Anda, mengapa sebaiknya tidak terlalu sering makan mi instan?

Dikutip dari akun Intagram kajian kesehatan Islam, setidaknya terdapat 4 alasan mengapa tidak disarankan terlalu sering makan mi intsan. Alasan pertama adalah karena mi instan biasanya terbuat dari tepung yang telah digiling, disuling dan diputihkan. Beragam proses tersebut membuat banyak nutrisi dalam tepung hilang. Sehingga saat dimakan, mi instan hanya menyisakan kalori dan tidak ada kandungan nutrisi lainnya.

Alasan kedua karena mi instan mengandung lemak yang buruk. Sebelum dikeringkan  mi instan seringkali digoreng atau diolah dengan minyak.  Biasanya yang digunakan adalah minyak sawit yang banyak mengandung lemak jenuh. Mi instan diketahui bersifat mudah menyerap apa pun, termasuk kandungan lemak jenuh dari minyak sawit. Padahal lemak jenuh adalah bahan yang tidak baik bagi kesehatan. Bahkan tergolong sangat buruk lantaran bisa memicu berbagai penyakit kronis.

Berikutnya mi instan sebaiknya dihindari karena mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Selama diproses di pabrik, pada mi instan ditambahkan berbagai bumbu agar rasanya lebih enak. Bumbu tersebut seringkali mengandung natrium atau garam yang sangat tinggi. Padahal garam diketahui adalah mineral yang bisa memicu penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Akibat lain dari kelebihan garam adalah saat menyantap mi instan, kita sering merasa haus meski telah menghabiskan semua kuahnya.

Mi instan juga memiliki kandungan sodium yang tinggi. Padahal kelebihan kandungan sodium menyebabkan beberapa penyakit, seperti  ginjal, tekanan darah tinggi, stroke, dan gangguan jantung. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menyebutkan mengonsumsi mi instan bisa meningkat risiko terserang sindrom metabolik. Konsumsi mi instan 2 kali sepekan meningkatkan risiko sindrom metabolic hingga 68 persen.

Beberapa gangguan kesehatan yang mungkin timbul akibat mi instan antara lain obesitas, tekanan darah tinggi, peningkatan kadar gula darah yang tinggi, peningkatan trigliserida, dan penurunan kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL).

Penelitian juga menemukan bukti adanya zat aditif atau bahan makanan tambahan yang berpotensi menganggu kesehatan. Salah satunya adalah monosodium glutamat (MSG) yang memberikan rasa gurih pada mi instan. Zat aditif diketahui bisa menyebabkan disfungsi dan kerusakan otak.

Jika terjadi pada anak-anak bisa menyebabkan kemampuan otak menerima pelajaran menurun. Sedangkan jika menimpa orang dewasa akan memicu penyakit Alzheimer, Parkinson dan masih beberapa penyakit lainnya.

Terakhir, mi instan ternyata adalah makanan yang sulit dicerna. Jika kita beranggapan mi instan yang basah mudah dicerna oleh perut, hal itu adalah kesalahan besar. Ahli kesehatan dari Rumah Sakit (RS) Massachusetts, Amerika Serikat (AS) Dr Branden Kuo, menyatakan mi instan adalah makanan yang sulit dicerna. Akibatnya semua kadungan dalam mi instan, terutama yang bersifat tidak baik bagi kesehatan, akan berada cukup lama dalam perut. 

Mengetahui efek tidak baik dari mi instan, sebaiknya kita membatasinya mengonsumsinya. Jika hanya sekali-sekali sebagai selingan mingkin tidak masalah. Namun jika terlalu sering atau bahkan menjadikan mi instan sebagai menu makan utama, tentu sangat tidak dianjurkan. Selain itu jika menu makannya itu-itu saja pasti kita akan merasa bosan.

Itulah sebabnya sebaiknya imbangi makan mie instan dengan konsumsi makanan sehat. Sehingga asupan gizi seperti karbohidrat dan protein bisa tercukupi. Selain itu jangan makan mie instan setiap hari. Variasikan dengan menu lain, terutama sayur dan buah.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF