Akulturasi Budaya Arab, India dan Nusantara dalam Semangkuk Opor
berita

08 June 2019 09:20
Watyutink.com - Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan opor. Menu makanan ini tak pernah absen hadir di berbagai hari besar, terutama Idul Fitri. Bersama sambal goreng ati, opor selalu setia menemani ketupat menjadi menu wajib saat Lebaran.

Meski selalu hadir di berbagai acara nasional, ternyata opor tidak sepenuhnya berasal dari Nusantara.

Tahukah Anda, dari mana menu masakan opor berasal?

Sejarawan kuliner Fadly Rahman mengatakan, opor adalah akulturasi budaya dari beberapa negara. Fadly menyebut ada pengaruh budaya Arab dan India pada masakan bersantan itu. India memiliki masakan kari dan Arab mempunyai masakan gulai.

Ahli masakan Indonesia dengan segala kreativitasnya melakukan modifikasi atau akulturasi budaya India dan Arab. Fadly menyebut hasil proses kreatif itulah yang melahirkan menu masakan opor. 

Fadly menambabkan, budaya memasak kari dan gulai masuk ke Indonesia bersamaan dengan masukknya Islam di bumi Nusantara. Saat itu Islam pertama kali diperkenalkan oleh psdagang Arab dan India di kawasan pesisir Sumatera, Selat Malaka, hingga Jawa.

Fadly menambahkan, jika perhatikan pola-pola budaya kuliner di tiga kawasan tersebut banyak dipengaruhi budaya Arab dan India. Namun lantaran sudah sekian lama berakar di sana, budaya kuliner tersebut kini sudah menjelma menjadi identitas kuliner masyarakat lokal.

Salah satu identitas kuliner lokal tersebut tak lain adalah opor.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FX Sugiyanto, Prof.

Guru Besar Universitas Diponegoro

FOLLOW US

Pengusaha Harus Aktif Lobi AS             Kematian Petugas KPPS Tidak Ada Yang Aneh             Memerangi Narkoba Tanggung Jawab Semua Pihak             Pendekatan yang 'Teenager Friendly'             Pendampingan Tiga Tungku             Perda Dulu Baru IMB             Kelalaian Negara dalam Misi Kemanusiaan             Kematian Petugas Medis; Pemerintah Harus Berbenah             Daerah Terpencil Sebagai Indikator Keberhasilan             Resiko Petugas Sosial