Anda Jarang Mandi, Hati-hati Terkena Iritasi Kulit dan Infeksi
berita

10 April 2019 17:00
Watyutink.com – Berapa lama Anda tidak mandi? Ada banyak orang yang tidak tahan bertubuh kotor dan ingin segera mandi. Namun banyak pula orang yang justru merasa nyaman meski berhari-hari tidak mandi. Mereka beranggapan mandi adalah ‘ritual’ yang tidak wajib dilakukan. Mereka mengira mandi atau tidak sama saja, tidak ada pengaruhnya bagi kesehatan.

Tahukah  Anda, jarang mandi ternyata bisa membawa akibat buruk bagi tubuh?

Banyak yang tidak menyadari bahwa tubuh manusia ditutupi oleh sekitar dua meter kulit yang selalu mengeluarkan keringat. Pasalnya disekujur kulit manusia terdapat 2,6 juta kelenjar keringat. Selain itu di kulit manusia juga tumbuh ribuan rambut kecil dan halus.

Keringat yang keluar dari kelenjar kulit banyak mengandung protein dan asam lemak. Jika dibiarkan, protein dan asam lemak tersebut akan menumpuk dan menebal. Akibatnya kotoran sulit keluar dari tubuh.  

Mandi adalah cara yang efektif untuk membuang protein dan asam lemak tersebut. Itulah sebabnya jika jarang mandi, kita jadi rentan terserang beberapa penyakit, terutama penyakit kulit. Hal ini lantaran  terjadi penumpukan bakteri dan jamur di kulit.

Pada kulit manusia, terdapat sekitar 1.000 jenis bakteri dan 80 jenis jamur. Jika kita tidak mandi berhari-hari, jumlah bakteri dan jamur di kulit bisa melonjak naik dan semakin menyebar ke seluruh bagian tubuh. Jamur dan bakteri tersebut bisa masuk melalui hidung, mulut, atau mata dan menyebabkan berbagai penyakit dan infeksi.

Akibat lain dari kebiasaan tidak mandi adalah terjadinya iritasi dan masalah kulit. Meski tidak tampak, namun lubang pori-pori di permukaan kulit adalah sarang bagi kuman, bakteri jahat, debu, minyak, dan kotoran. Pori-pori yang tersumbat bisa menyebabkan berbagai masalah kulit. Anda jadi rentan mengalami iritasi, eksim, serta infeksi bakteri dan jamur. Air dan sabun mandi diyakini bisa membantu mengendalikan bakteri jahat di kulit.

Selain itu jarang mandi akan membuat badan kita menjadi bau. Bakteri yang menumpuk di kulit akan memproduksi gas. Jika gas yang diproduksi banyak maka tubuh akan mengeluarkan aroma tidak sedap. Mandi akan membersihkan segala bakteri dan keringat penyebab bau badan yang terjebak di kulit.

Meski dapat menyehatkan tubuh terutama kulit, namun para ahli tidak menyarankan mandi terlalu sering. Pasalnya terlalu sering mandi justru menyebakan kulit kering. Selain itu jumlah bakteri yang tidak seimbang justru akan memberikan efek yang tidak baik.

Memang tidak ada patokan yang pasti tentang berapa kali dalam sehari kita harus mandi. Dalam kondisi normal mandi sehari dua kali sudah cukup membersihkan tubuh. Namun jika kita banyak melakukan aktivitas diluar ruangan dan berkeringat, boleh juga mandi lebih dari dua kali. Namun usahakan jaraknya tidak terlalu dekat.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi