Arti Tulisan Pada Senjata Teroris yang Meneror Masjid di Selandia Baru
berita
Sumber Foto : trtworld.com
16 March 2019 16:00
Watyutink.com – Brenton Tarrant, teroris warga negara Australia, pelaku penembakan brutal di masjid Christchurch, Selandia Baru, menyiarkan live aksi sadisnya lewat tayangan video di media sosial. Hal yang mencuri perhatian dari aksi itu adalah senjata pelaku diukir dengan tulisan berupa huruf dan angka dalam bahasa latin.

Tahukah Anda, apa sebenarnya makna isi tulisan yang terukir disenjata teroris tersebut?

Ternyata tulisan huruf dan angka itu berupa tanggal dan kata-kata dari bahasa latin, Sirilik dan Georgia (Mkhedruli), terkait dengan konflik kekerasan yang pernah terjadi antara Kristen dan Muslim seperti tercatat dalam sejarah.

Berikut arti dari tulisan yang terdapat pada  senjata teroris  tersebut

1. Alexandre Bissonnette – mahasiswa universitas yang menyerbu masjid Kota Quebec pada 29 Januari 2017, dan menembaki 40 pria dan empat anak yang sedang mengobrol setelah salat malam.

2. Luca Traini – ekstremis Italia yang menargetkan migran kulit hitam, melukai enam orang pada Februari 2018.

3. Josue Estebanez – neo-Nazi Spanyol yang dengan fatal menikam pemrotes anti-fasis berusia 16 tahun, Carlos Palomino, di kota Madrid pada 2007.

4. Bajo Pivljanin – seorang komandan hadjuk (milisi) abad ke-17 yang terkenal karena berperang melawan pemerintahan Ottoman di Balkan barat laut dan dipuji sebagai “pahlawan” oleh Serbia dan Kroasia.

5. Charles Mantel – Raja Deact Franks, dijuluki “The Hammer,” yang memenangkan Battle of Tours.

6. John Hunyadi – seorang jenderal dan gubernur Hungaria dan Voivode of Transylvania. Dia mengalahkan pasukan Ottoman pada tahun 1441 dan pada tahun 1442.

7. Konstantin II Asen – Constantine II dari Bulgaria, yang memimpin pemberontakan melawan Ottoman yang berlangsung selama setengah dekade, tetapi berakhir dengan kekalahan

8. Milos Obilis – seorang kesatria Serbia yang melayani Pangeran Lazar, pembunuh Ottoman Sultan Murad I.

9. Pelayu – seorang bangsawan Visigoth yang berperan penting dalam kemenangan di Pertempuran Covadonga. Dia dikreditkan dengan memulai Reconquista (penaklukan kembali Kristen atas semenanjung Iberia dari bangsa Moor).

10. Pangeran Fruzhin – seorang bangsawan Bulgaria yang berperang melawan Ottoman dalam penaklukan Kekaisaran Bulgaria Kedua.

11. Sigismund dari Luksemburg – memimpin Perang Salib Nicopolis pada tahun 1396 untuk membebaskan Bulgaria dari pemerintahan Ottoman, tetapi gagal.

12. Sebastiano Venier – doge Venesia yang berperang melawan Turki selama Perang Ottoman-Venetian Keempat.

13. Sigismund dari Luksemburg – memimpin Perang Salib Nicopolis pada tahun 1396 untuk membebaskan Bulgaria dari pemerintahan Ottoman, tetapi gagal.

14. Feliks Kazimierz Potocki – berpartisipasi dalam ekspedisi Wina pada 1683 selama Perang Turki Besar dan berperang melawan Tatar dan Turki dalam banyak pertempuran.

15. Iosif Gurko – marshal lapangan Rusia yang berperang melawan Turki dalam Perang Rusia-Turki (1877-1878). Dia memimpin pasukan di Pertempuran Shipka Pass.

Lalu ada juga tanggal, momen, dan nomor penting lainnya yang dilukis di senapan:

14 Words (atau 14) – sebuah slogan yang berasal dari sebuah bagian dalam otobiografi Adolf Hitler Mein Kampf. Sekarang juga meme populer yang digunakan oleh alt-right. Paling umum dikenal sebagai: “Kita harus mengamankan keberadaan rakyat kita dan masa depan untuk anak-anak kulit putih.”

Here’s your migrant compact! – rujukan ke Global Compact for Migration yang ditandatangani oleh Amerika Serikat pada bulan Desember.

Turcophagus (Turk-eater) – nama panggilan yang banyak digunakan oleh milisi Yunani melawan pasukan Ottoman-Turki.

Tur 732 – Pertempuran Tours di 732 M yang mengakhiri invasi Arab terakhir ke Prancis.

Battle of Kagul, 1770 – pertempuran darat terpenting dari Perang Rusia-Turki (40.000 orang Rusia menghadapi 75.000 orang Utsmani).

Pengepungan dan Pertempuran Wina, 1683 – kemajuan terjauh Ottoman ke Eropa, tetapi kekaisaran dikalahkan di sana dan diusir dari Hongaria.

(Pengepungan) Acre (1189 -1191) – Perang Salib Ketiga mengepung kota Muslim berdinding Acre dan merebut kembali pelabuhan di Levant dari Saladin, yang adalah penguasa Muslim Mesir dan Suriah yang mengalahkan Negara Tentara Salib dan merebut Yerusalem. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting