Asal Mula Cemara Digunakan sebagai Pohon Natal
berita
Sumber Foto : facebook.com
24 December 2018 14:30
Watyutink.com - Saat perayaan Natal hiasan yang selalu tampil adalah pohon Natal. Pohon ini sejatinya adalah pohon cemara yang dihiasi beraneka lampu dan hiasan gemerlap. 

Tahukah Anda mengapa pohon cemara digunakan sebagai pohon Natal? 

Ada banyak cerita tentang awal mula digunakannya pohon cemara sebagai hiasan Natal. 

Salah satunya adalah cerita tentang Martin Luther, seorang tokoh reformasi gereja dari Jerman. Saat berjalan malam hari di hutan, Martin terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara. 

Martin Luther kemudian menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti di hutan, dia memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara. Sejak itu, pohon cemara digunakan sebagai hiasan Natal di Jerman.

Pada abad 16, sekitar tahun 1510, penduduk Jerman menyebar ke luar negeri hingga Amerika. Mereka membawa serta kebiasaan memajang pohon cemara sebagai hiasan di hari Natal. 

Sejak itulah, tradisi pemasangan pohon Natal di sejumlah negara dimulai. Pohon cemara yang tergolong pohon evergreen dibentuk sedemikian rupa dan dilengkapi lilin serta hiasan lainnya untuk dekorasi Natal di dalam rumah.

Pohon cemara ini diyakini melambangkan 'hidup kekal' berdasarkan sifat pohon itu yang selalu berdiri tegak dan hijau. Tidak seperti pohon lain yang rontok saat musim salju.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting