Atasi Bau Mulut Setelah Makan Jengkol dan Petai dengan Nanas, Jeruk, Kemangi, Susu dan Teh Hijau
berita
Ilustrasi/ Net
27 February 2021 16:54
Watyutink.com - Selama ini orang mengenal jengkol sebagai bahan pangan yang beraroma menyengat. Hal inilah yang membuat banyak orang menghindari mengonsumai kedua sayuran tersebut.

Banyak orang takut setelah makan jengkol dan petai bau mulut mereka jadi tidak sedap. Hal ini dikhawatirkan bisa menganggu aktivitas sehari-hari. Terutama bagi mereka yang harus berkomunikasi atau berbicara dengan orang lain.

Padahal baik jengkol maupun petai adalah bahan pangan yang kaya akan manfaat. Kandungan nutrisi dalam jengkol dan petai diyakini bermanfaat bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat jengkol dan petai bagi kesehatan dan bagaimana menghilangkan baunya?

Jengkol atau Archidendron Pauciflorum ini adalah jenis tumbuhan polong-polongan yang banyak diolah menjadi makanan tradisional Indonesia. Meski menimbulkan bau yang tidak sedap, ternyata mengonsumsi jengkol bermanfaat untuk kesehatan, seperti melancarkan buang air besar, mencegah penyakit diabetes dan jantung koroner, serta dapat membuang racun-racun berbahaya yang terdapat di dalam tubuh.

Meski bermanfaat, tapi mengkonsumsi jengkol juga mempunyai efek samping, yaitu susah buang air kecil atau yang disebut kejengkolan.

Sedangkan manfaat petai adalah menurunkan asam lambung dan mengatasi iritasi lambung, mencegah sembelit dan melancarkan buang air besar, mengurangi anemia serta dapat mengatasi stres.

Manfaat lain dari petai adalah mengatasi gigitan nyamuk. Menggosokkan kulit petai pada kulit bisa mengurangi rasa gatal akibat gigitan nyamuk.

Namun penderita ginjal dianjurkan untuk tak mengonsumsi petai. Selain itu petai juga dapat meningkatkan asam urat, rematik serta sakit kepala. Mengkonsumsi petai dalam jumlah berlebihan juga dapat menganggu kerja ginjal.

Tentang bau mulut akibat makan jengkol dan petai, para ahli menyebut bisa dihilangkan dengan menyikat gigi setelah makan kedua sayur itu. Bisa juga dengan berkumur menggunakan obat kumur. Menyikat lidah dan minum air putih juga bisa menghilangkan bau jengkol dan petai.

Selain itu juga bisa memanfaatkan beberapa bahan alami, seperti nanas. Buah berasa asam tapi segar ino diyakini mampu mengusir bau jengkol dan petai. Caranya kunyah satu atau dua potong nanas setelah makan jengkol atau petai

Mengonsumsi yogurt atau susu juga bisa mengusir bau mulut akibat makan jengkol dan petai. Pasalnya yogurt mengandung probiotik yang terbukti secara ilmiah dapat mengurangi aroma menyengat dari mulut. Sedangkan susu mengandung senyawa allyl sulfida metil yang mampu menetralkan bau mulut akibat jengkol dan petai.

Makan jeruk dan apel juga bisa mengatasi bau mulut akibat jengkol dan petai. Pasalnya kedua buah itu mengandung vitamin C yang dapat merangsang produksi air liur.

Teh hijau juga dipercaya dapat mengusir aroma jengkol dan petai dari mulut. Pasalnya teh hijau mengandung zat mirip disinfektan dan deodoran yang dapat menyegarkan bau mulut.

Daun kemangi juga mampu mengurangi bau mulut setelah makan jengkol dan petai. Hal ini karena daun kemangi memiliki aroma yang segar dan dipercaya dapat mengurangi bau mulut.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI