Atasi Sesak Napas Penyintas Covid-19 dengan Latihan 'Deep Breathing' dan Bersenandung
berita
Ilustrasi/ Net
02 March 2021 17:23
Watyutink.com - Para penyintas atau orang yang sudah sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 biasanya masih merasakan beberapa keluhan. Hal ini sebagai efek dari virus corona yang pernah diderita. 

Salah satu keluhan yang kerap dirasakan adalah napas pendek atau sesak napas Akibatnya para penyintas yang sudah mulai beraktivitas kerap merasa cepat capek. 

Hal ini bukan perkara sepele. Pasalnya pekerjaan atau aktivitas bisa terganggu lantaran penyintas harus sering beristirahat saat bekeja. Itukah sebabnya diperlukan latihan agar penyintas Covid-19 bisa beraktivitas normal kembali tanpa terganggu. 

Tahukah Anda latihan apa yang perlu dilakukan penyintas agar tidak lagi mengalami napas pendek dan sesak napas? 

Praktisi kesehatan dr. Sara Elise Wijono, M. Res, mengatakan penyintas atau mantan pasien Covid-19 perlu melakukan beberapa latihan pernafasan sebagai terapi pasca terinfeksi virus corona.

Dalam penjelasannya yang dimuat di laman Klikdokter.com, dr Sara menyarankan latihan harus dilakukan sedini mungkin agar kemampuan paru-paru bisa kembali seperti sediakala. Selama terinfeksi, kemampuan paru-paru penderita Covid-19 berkurang. 

Selain menjaga paru-paru berfungsi dengan baik, latihan dilakukan guna mengatur ritme pernapasan. Latihan pengembangan dada nantinya akan membuat otot bekerja, serta melatih diafragma (pernapasan utama).

Berikut beberapa jenis latihan pernapasan yang disarankan dicoba oleh mantan pasien Covid-19 antara lain 'Deep Breathing' atau 
pernapasan secara mendalam. Latihan ini berfungsi untuk memulihkan fungsi paru dengan menggunakan diafragma. dr. Sara menyebut deep breathing berfokus pada perut atau menggunakan perut. 

Caranya, berbaring telentang dan letakkan tangan pada perut. Tutup mulut dan letakkan lidah pada langit-langit. Tarik napas melalui hidung dan tarik udara ke dalam perut. Fokuslah pada perut hingga perut mengembang. Kemudian embuskan kembali napas dari hidung. Ulangi teknik ini selama 1 menit.

Latihan selanjutnya adalah 'Coughing' atau latihan batuk. dr Sara menyebut latihan ini perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan paru. Ketika batuk, tubuh kita memiliki sistem perlindungan jalan napas dari zat-zat berbahaya.

Cara melakukan coughing adalah, atur posisi duduk. Batuk dengan posisi terbuka atau mulut menganga seperti sedang mengembuskan napas pada kaca. Coba batuk dengan mendorong dahak ke arah luar saluran napas.

Latihan berikutnya adalah 'Humming' atau bersenandung. Dilansir dari Hopkins Medicine, bersenandung sambil mengembuskan napas membantu meningkatkan produksi oksida nitrat dalam tubuh yang membantu plastisitas saraf (membangun dan memperbaiki sistem saraf). Humming juga mampu melebarkan pembuluh darah sehingga memungkinkan lebih banyak oksigen yang dikirim ke seluruh tubuh.

Cara latihan Humming adalah duduk tegak di kursi atau di ujung tempat tidur. Letakkan tangan di sekitar perut. Dengan bibir tertutup dan lidah berada di langit-langit, tarik napas melalui hidung dan tarik udara ke dalam perut. Setelah paru-paru terasa penuh, buang napas melalui hidung sambil bersenandung “hmmmm”. Lakukan teknik pernapasan ini selama 1 menit setiap harinya.

Latihan berikutnya adalah 'Yawn to Smile' atau menguap sambil tersenyum. Latihan ini menggabungkan gerakan dengan pernapasan dalam, yang membantu meningkatkan koordinasi dan membangun kekuatan di lengan dan bahu. Teknik ini juga membuka otot di dada Anda dan memberi ruang diafragma untuk mengembang. 

Cara melakukan yawn to smile adalah, duduk tegak di tepi tempat tidur atau kursi yang kokoh. Raih lengan atas di kepala dan buat gerakan seperti menguap. Turunkan lengan dan akhiri dengan senyuman selama tiga detik. Ulangi latihan ini selama 1 menit setiap hari.

Latihan terakhir yang bisa dilakukan adalah teknik 'Prone' atau bernafas sambil tengkurap. Latihan ini berfungsi mengatur pertukaran gas lebih baik di dalam tubuh.

Ketika melakukan teknik yang satu ini, siapkan bantal untuk mengganjal bagian perut, atau gunakan alas yang cukup keras. Tarik nafas dalam-dalam sampai perut  menggembung. Tahan beberapa detik, lalu hembuskan. 

Lima jenis latihan pernapasan tersebut diyakini memiliki manfaat yang cukup baik bagi mantan pasien Covid-19. Latihan pernapasan membantu penyintas bernapas lebih baik setiap harinya.

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI