Awas Mblo, Kesepian Picu Risiko Mati Muda
berita

19 June 2019 08:00
Watyutink.com - Untuk bertahan hidup, manusia pada dasarnya membutuhkan interaksi dengan orang lain. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka seseorang akan cenderung terisolisasi dari lingkungan sosial dan merasa kesepian. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang.

Tahukah Anda dampak merasa kesepian terhadap kesehatan tubuh?

Dr. Julianne Holt-Lunstad, Profesor Psikologi dan Neurosains dari Brigham Young University, dan Dr. Nancy Donovan, psikiatri dari Brigham and Hospital-Spesialis Geriatric dan Neurologi menjelaskan, bahwa kesepian dibagi menjadi dua tipe, yaitu kesepian secara subjektif dan objektif. Kesepian secara subjektif yaitu kesepian secara emosional dan perasaan, meskipun secara fisik berada di keramaian. Kesepian secara objektif yaitu secara fisik seseorang sendirian atau terisolasi secara sosial.

Kepala bagian medis, Douglas Nemecek, MD mengatakan, bahwa kesepian menimbulkan risiko yang sama dengan merokok 15 batang perhari, bahkan risikonya lebih besar daripada obesitas, ketidakaktifan fisik, dan polusi udara. Penelitian terbaru menunjukan, bahwa kesepian dan terisolisasi memicu peningkatan hormon kortisol yang mempengaruhi kinerja jantung dalam memompa darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, masalah sistem kekebalan tubuh, hingga kanker hingga 29-32 persen. 

Steve Cole, Profesor ilmu Kedokteran di UCLA mengatakan, bahwa kelompok gen pembawa inflamasi cenderung lebih aktif pada orang yang kesepian. Inflamasi adalah mekanisme pertahanan yang dilakukan tubuh untuk menghadang infeksi dan cidera. Akan tetapi inflamasi yang berlebihan mampu memicu sejumlah penyakit termasuk kanker. 

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa orang yang kesepian 14 persen lebih cepat meninggal. Hal ini dikarenakan saat kesepian, otak merespon lingkungan sekitar sebagai ancaman, sehingga menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun. Turunnya sistem kekebalan tubuh dikarenakan produksi sel darah putih rendah. Diketahui bahwa sel darah putih sangat penting untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri.  

Pada dasarnya kesepian merupakan persepsi atau keadaan emosi terhadap hubungan sosial seseorang, bukan diakibatkan karena kesendirian. Cara paling mudah mengatasi kesepian adalah dengan mengalihkan perhatian dan melakukan interaksi sosial. Mengikuti kata hati dan tidak menghiraukan pendapat orang bisa dijadikan motivasi untuk memulai bersosialisasi. (zaki)

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir             Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!